Ada Taman KSP dan Terowongan GCK di Kadeos

0
864 views

WALANTAKA – Taman Komunitas Saung Petruk (KSP) dan Terowongan Gerakan Cinta Kadeos (GCK) telah terbangun di RT 06 RW 03, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Walantaka. Warga salah satu RT di Lingkungan Kadoes ini telah menata lingkungannya sejak Maret 2020.

Untuk memperoleh nilai tertinggi pada kategori lingkungan paling berbunga Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020, warga RT 06 berpacu menata lingkungannya. Siang dan malam hari, mereka membersihkan sampah, membuat hiasan pagar dari ban bekas, hingga membuat taman dan terowongan.

Taman dengan nama Taman Komunitas Saung Petruk dibangun di bagian depan perkampungan, dekat dengan pos ronda dan gapura. Di taman ini, ada tanaman yang dibentuk hari atau love dan tulisan selamat datang. Sementara, Terowongan GCK dibangun warga di pinggir jalan paving blok sepanjang 30 meter. Terowongan terbuat dari bilah-bilah bambu yang dicat warna-warni. Tumbuhan merambat akan diletakkan di atas bilah-bilah bambu ini.

“Proses pengerjaannya bertahap. Kita targetkan bakal banyak bunga,” kata Ketua RT 06 Ahmad Pudori kepada Radar Banten, Senin (13/4).

Biaya yang dibutuhkan untuk menata lingkungannya, menurut Pudori, berasal dari iuran warga setiap bulan. Warga RT berjumlah 213 jiwa dari 68 kepala keluarga (KK) ini dipungut iuran sebesar Rp15 ribu per KK. Dari uang ini, sebesar Rp10 ribu untuk pembayaran marbot musola dan lainnya, Rp5 ribu untuk penataan lingkungan. “Alhamdulillah, warga pada kompak,” ujarnya.

Untuk menambah anggaran penataan lingkungan, Pudori berencana akan menggelar lomba foto tingkat Kelurahan Tegalsari. Tiap peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp5 ribu. Foto-foto peserta wajib diunggah di media sosial. Pemenangnya, foto yang mendapatkan like terbanyak.

“Uang sisa dari lomba itu bakal kita gunakan untuk penataan lagi,” jelas Pudori.

Di RT 06, lanjut Pudori, telah memiliki kelompok pemuda penggerak lingkungan. Kelompok ini telah disahkan Pemerintah Kelurahan Tegalsari. Sementara, kelompok penggerak sadar hukum baru terbentuk struktur organisasinya.  Kedua kelompok ini menjadi kategori yang dilombakan dalam LRLA.

“Secepatnya bakal kita urus legalitasnya (kelompok penggerak sadar hukum-red) di kelurahan,” ungkap Pudori.

Lurah Tegalsari Sutihat mengakui jika warga RT 06 mampu memotivasi warga di lingkungan lain untuk giat bergotong royong. Ia pun optomistis, RT 06 bisa menjadi menjuarai LRLA. “Dulu, Kadeos pernah dikunjungi Walikota Serang Pak Syafrudin. Jadi warganya termotivasi dan semangat,” katanya.

Sutihat mengaku, meski kegiatan gotong royong warga terhambat karena wabah corona, namun semangat untuk menata lingkungan tetap besar. Warga RT 06 bergotong royong dengan tetap menjaga jarak.

“Semoga, warga pada sehat. Penataan jalan terus dan aje kendor,” pungkas Sutihat. (mg06/don)