Ada yang Ingin Gagalkan Pemilu

0
392 views

Kapolres Minta Tiga Pilar Solid

TANGERANG – Hoax dan gerakan memakai baju putih saat hari pencoblosan menjadi kerawanan Pemilu 2019. Hal tersebut disampaikan Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf Faisol Izudin dan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim usai Rapat Persiapan Pemilu 2019 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Al-Amanah, Kamis (11/4).

Faisol mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi kerawanan dalam pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April mendatang. Faisol meminta TNI, Polri dan jajaran Pemkot Tangerang untuk meminimalisasi itu. ”Jangan terpengaruh berita hoax. Kita semua harus bekerja sama untuk meminimalisirnya,” katanya saat memberi arahan di hadapan ratusan peserta rapat.

Kata dia, statement salah satu petinggi soal people power atau penggerakan massa juga harus diwaspadai semua kalangan. Jika hanya berbeda tipis, ada kemungkinan pihak yang kalah bisa saja mempermasalahkan yang menang dengan menuding KPU tidak netral. ”Ada kemungkinan mereka akan menggerakkan massa dengan alasan KPU tidak netral. Itu akan menjadi potensi yang mengancam keamanan dan statement itu sudah sampai ke bawah,” ujarnya.

Faisol menuturkan, dihadapkan dengan jumlah 5.067 TPS tentu tidak sebanding dengan kekuatan TNI dan Polri di Kota Tangerang. ”Karena itu kita harus solid hingga tingkat bawah sehingga bisa tersebar di Kota Tangerang dan mengamankan pesta demokrasi ini,” tuturnya.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim mengungkapkan, saat ini isu-isu hoax terkait ancaman pemilu sudah beredar. Kata dia, ada pihak-pihak yang berusaha menggagalkan pemilu ataupun membuat pemilu tidak stabil. ”Isu sudah beredar. Ancaman-ancaman untuk menggagalkan Pemilu dan membuat Pemilu tidak stabil. Ada juga isu soal people power. Meski saat ini penyebarannya melalui media sosial, hal ini tetap harus diwaspadai,” ujarnya.

Tidak hanya Polri, menurut Abdul meminta peran serta tiga pilar harus dilakukan secara maksimal. ”Baik Polri, TNI, dan pemerintah harus maksimal. Untuk pemerintah di tingkat kecamatan hingga kelurahan kami minta membantu agar pemilu berjalan lancar,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga meminta secara langsung pada Walikota Tangerang Arief R Wismansyah untuk menggerakkan beberapa OPD agar terlibat meningkatkan partisipasi pemilu. ”Saya minta pada Pak Wali, Dinas Pendidikan membantu untuk memaksimalkan pemilih pemula, Disbudpar menggerakkan warga yang sedang berada di tempat wisata. Dan Dishub nanti akan kami pasang imbauan-imbauan untuk menyalurkan hak pilih pada 17 April mendatang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Tangerang Ahmad Syailendra mengatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan Pemilu 2019 dengan baik. Ia bahkan telah menargetkan target partispasi pemilih sebesar 77-78 persen. ”Kami juga akan melakukan lomba selfie di TPS untuk meningkatkan partisasipasi pemilih,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengimbau pegawai kecamatan, dan kelurahan untuk berperan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. ”H-1 pemilihan pegawai kelurahan yang jumlahnya ada sekira delapan hingga sepuluh kami minta ikut menyosialisasikan mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya,” imbaunya. (one/asp/sub)