Ade Awaludin Gendong Peserta Sunatan Massal Anak Hebat

0
708 views

TANGERANG – Anggota DPRD Banten dari Fraksi Gerindra H Ade Awaludin menunjukkan sebagai anggota Dewan yang merakyat. Ia tidak sungkan berbaur dengan warga dan menggendong peserta sunatan massal di Majelis Taklim An-Nidzom Kp. Selang, Desa Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (22/8/2020).

Aksi H Ade mendapat respons positif dari warga. Sebab ia memberikan contoh yang baik sebagai wakil rakyat yang merakyat dari dapil Tangerang. “Kami senang punya wakil rakyat seperti Pak H Ade, orangnya merakyat dan mau bergabung bersama warga,” kata salah satu warga.

Sunatan massal ini merupakan inisiasi dari Ade dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah. Bulan ini, bulan Muharam adalah bulan yang sangat baik untuk melakukan dan memperbanyak perbuatan-perbuatan baik. “Mereka adalah anak-anak hebat, anak – anak yang sudah mengutarakan keberanian dan kemauannya untuk dikhitan, karena itu kita tidak menunggu waktu lama lagi, setelah terhimpun 22 anak, yang semula dijadwalkan ada 30 Peserta, namun karena masih ada anak-anak yang mengundurkan diri karena masi takut, jadi yang siap hanya sebanyak 22 anak ini, karena itu kita namakan sunatan massal bersama anak-anak Hebat, ” kata Ade Awaludin.

Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) itu berharap acara sunatam massal ini bisa menjadi acara rutin bersama Kerabat (Keluarga, Relawan, dan Sahabat) Ade Awaludin. ” Bisa kita adakan lagi per tiga bulan, per dua bulan, atau mungkin setiap bulan, karena mencari anak-anak yang mau dikhitan secara massal itu terkadang susah, mengingat berbagai faktor dan kultur masyarakat, sementara khitan adalah kewajiban setiap anak laki-laki, menjaga kesehatan dan mensucikan dari kegiatan dan ibadah-ibadah lainnya, ” katanya.

Ade mengucapakan terima kasih kepada Keluarga dan Jamaah Majlis Taklim An-Nidzom, orangtua, dan Team Sunat Tangerang yang kebetulan personalianya adalah adik kandungnya, Ahmad Subur dan rekan-rekannya.

Ustazah Yayah selaku panitia penyelenggara berharap, kegiatan semacam ini bisa terus berjalan dan dilaksanakan rutin pertiga bulan, agar semakin banyak orangtua yang tidak lagi menunda-nunda anaknya untuk dikaitkan. “Kalau sudah mau lalu ditunda-tunda, biasanya susah lagi,”, katanya.

Khitanan massal tersebut tetap menjalankan protokol kesehatan Covid 19, setiap anak dan orangtuanya dicek suhu, memakai masker dan mencuci tangan sebelum masuk majelis taklim. (alt)