Ade Kresna Suwandi, Perajin Handicraft Ternama Asal Tangsel

0
107
Ade Kresna Suwandi

Ade Kresna Suwandi (57), berkeinginan melebarkan bisnis handicrafnya ke penjuru dunia. Selain untuk memperkenalkan budaya dan kesenian Indonesia yang sangat kaya kepada dunia, juga membuka lapangan pekerjaan guna mengurangi pengangguran. Bisakah?

HARI pun mulai petang, namun semangat kerja para perajin suvenir di Galeri Asta Kriya, Kompleks Rempoa Hijau Nomor 1, Jalan Rempoa Raya, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputattimur, Kota Tangsel terus membara. Ada beberapa pria membuat miniatur wayang kulit, ada pula yang menyelesaikan ukiran wayang golek, dan sebagian lagi mempersiapkan wadah penempatan handicraf tersebut.

Tangan para pekerja seni itu menari di atas material kayu bekas yang disulap menjadi barang berseni tinggi dan nilai jual tinggi. Lantunan lagu khas Jawa Tengah mengalun terdengar merdu ditelinga. Derap kaki pengunjung di workshop juga masih ada. Tawar menawar harga, memilih suvenir hingga pembayaran terus terjadi di meja kasir galeri tersebut.

Tegur sapa sang pemilik galeri kepada pekerjanya yang tengah berkutat dengan tugas masing-masing membuat suasana kerja di gelari itu sangat kekeluargaan. Dengan logat jawa lembut, Ade Kresna Suwandi kembali menyapa kami bertandang ke galeri handicraf tersebut.

Pria berkumis tipis dan berkacamata itu mengungkapkan keinginan dari lubuk hatinya. Pertama, bapak dua anak ini berkeinginan produk suvenirnya dapat tersebar ke seluruh negara di dunia ini. Bahkan beberapa sistem bisnis kerajinanan ini pun dirancangnya untuk menyebarkan handicraf itu agar lebih dikenal lagi.

”Iya saya ingin memperkenalkan karya seni Indonesia di seluruh dunia. Karena memang selama ini banyak dari warga negara lain tidak mengenal bangsa kita. Mungkin dengan suvenir saya ini, warga asing dari benua lain akan selalu mengingat Indonesi,” katanya berseloroh, Jumat (27/10).

Pria yang akrab disapa Ade ini juga memaparkan, keinginannya memperkenalkan negara ke seluruh dunia juga memiliki misi. Yakni menarik wisatawan datang berkunjung yang akhirnya mendatangkan devisa. Aapalgi, terang juga mantan manajer perusahaan batik ternama asal Jogjakarta itu, banyak potensi di Tanah Air yang dapat dijadikan komoditi bisnis untuk keuntungan negara.

”Di Tanah Air kita ini selain potensi alam, unsur budaya pun dapat mendatangkan uang yang melimpah. Mulai dari tari-tarian, pertunjukan seni dan beragam kesenian lain yang tidak dimiliki negara lain, hanya ada di Indonesia saya. Toh jika negara ini dikenal maka warganya juga akan semakin makmur,” tuturnya.

Untuk lebih memperkenalkan Indonesia di dunia, Ade pun mulai merancang handicrafnya menarik wisatawan asing. Penjajakan bisnis kerajinan galerinya dengan beberapa negara asing telah dicoba suami dari Nana Diana (55) tersebut. ”Sudah ada yang tertarik dengan suvenir kreasi terbaru yang belum pernah saya pamerkan,” ucapnya juga.

Mungkin, katanya juga, nanti kreasi suvenir teranyarnya itu akan dijadikan hadiah untuk beberapa event internasional yang digelar di Tanah Air. ”Ya namanya usaha belum tentu sukses, tetapi saya yakin karya ini akan tembus ke sejumlah negara,” paparnya juga. Dia juga sudah ada kerja sama.

Usai bercerita panjang lebar, Ade pun meraih gelas lantas menenggak air dingin di salah satu sudut galerinya. Sembari menatap gelas air putih yang habis itu dia lantas membantu beberapa anak buahnya yang kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang dilakoni. Tanpa segan Ade mengajari karyawannya agar cepat mahir membuat suvenir.

Ade pun kembali bercerita, niatnya melebarkan sayap bisnis handicraf itu membawa misi yang paling utama membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Lantaran saat ini, pengangguran makin banyak. Selain itu masalah kesenjangan ekonomi makin membuat warga miskin bertambah.

”Itu keinginan saya, membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Toh kalau masyarakat sudah mapan dan berkecukupan maka tak ada lagi yang berbuat jahat. Penyebab terjadinya kejahatan karena warga tidak punya pekerjaan dan penghasilan yang mencukupi,” ujarnya juga mengakhiri perbincangan. (cok/jpg/ful/RBG)