Suasana rapat pertemuan tim Kominda dan manajemen PT Indoferro Cilegon.

CIWANDAN – Tim Kominda Pemkot Cilegon yang merupakan gabungan dari Kesbanglinmas, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Kejaksaan Negeri, Polres Cilegon dan Kodim 0623 Cilegon melakukan sidak Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Indoferro, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Selasa (29/12/2015). Langkah sidak itu menyusul kabar adanya TKA ilegal yang bekerja di pabrik peleburan baja tersebut. Dalam sidak itu diketahui ada puluhan TKA tidak resmi alias bodong karena belum melaporkan ke pihak berwenang.

“Kabar yang kami peroleh ada 68 TKA di sini, dan tidak ada satupun yang melapor. Tempat tinggalnya tidak jelas. Ini untuk pengendalian kami, jangan sampai kami kena getahnya,” ungkap Kepala DKCS Kota Cilegon Soleh, di sela sidak.

Kata Soleh, pihaknya berkewenangan untuk menerbitkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) untuk TKA, mengacu dari Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang dimiliki TKA. “Perusahaan jangan sampai melakukan penyelendupan (TKA). Karena ini pelanggaran. Kalau tempat tinggalnya diketahui, tentu pengendalian kami pun lebih mudah, karena kami khawatir ada kejadian yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Sidak tim gabungan itu cukup membuat panik pihak perusahaan. Sementara itu, Direktur Utama PT Indoferro Suwandi, mengakui adanya pelanggaran yang dilakukan pihaknya itu. “Kami mengakui memang belum melaporkan, kami minta maaf. Kami juga mohon petunjuk, dan pekerja kami akan kami daftrakan setelah tahun baru ini,” katanya.

Terkait dengan mempekerjakan TKA itu, kata dia, pihaknya selama ini hanya berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Polda Banten. (Devi Krisna)