AFP Banten Gelar Kursus Pelatih Futsal

AFP Banten
Ketua Asprov PSSI Banten Fahmi Hakim (tengah) berfoto bersama peserta kursus pelatih futsal level 1 di aula Graha Pena Radar Banten, Kota Serang, Rabu (10/2/2016). (Foto: Andre AP)

SERANG – Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Banten kembali menggelar kursus pelatih futsal level I gelombang kedua yang dilangsungkan di aula Graha Pena Radar Banten mulai Rabu-Sabtu (10-13/2/2016). Sebanyak 19 pelatih ambil bagian menjadi peserta, di antaranya delapan pelatih lokal dan 11 pelatih dari berbagai provinsi seperti Jawa Barat, Pontianak, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Hadir sebagai narasumber, yakni Efraim Ferdinand Bawole yang merupakan Officer Departement Football Development (DFD) PSSI Pusat.

Ditemui usai membuka pelatihan, Ketua Asprov PSSI Banten Fahmi Hakim mengatakan, potensi pemain futsal di Banten sangat luar biasa. Namun, potensi dan talenta yang dimiliki pemain belum terasah secara maksimal. “Saya katakan bahwa kita butuh pelatih profesional dan berkarakter untuk menangani potensi yang luar biasa ini. Melalui pelatihan ini, saya berharap lahir pelatih-pelatih berlevel nasional. Saya yakin potensi pelatih yang kita miliki juga tak kalah dengan pelatih nasional di luar sana,” kata Fahmi kepada Harian Radar Banten, kemarin.

Fahmi menambahkan, pelatih yang turut serta di pelatihan ini mampu mengaplikasikan ilmu yang didapatnya kepada tim yang diasuh. “Kalau pemain dilatih dengan metode yang benar dan terprogram, saya optimistis tim akan diperkuat pemain hebat. Tugas pelatihlah yang membentuk dan menciptakan pemain hebat itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum AFP Banten Ahmad Zubaedi menyatakan, delapan pelatih lokal yang mengikuti kursus gelombang kedua harus mampu menerapkan ilmu yang diperolehnya di tempat masing-masing agar perkembangan futsal di Banten merata. “Pada gelombang pertama beberapa waktu lalu, kami menciptakan 14 pelatih nasional. Dengan tambahan delapan pelatih lagi, Banten sudah harus memiliki tim profesional yang reguler berkompetisi di liga nasional,” ucapnya.

Instruktur Efraim Ferdinand Bawole mengatakan, Banten memiliki banyak potensi pemain hebat. Namun, SDM pelatih yang ada di Banten belum mencukupi. “Kebetulan saya juga orang Banten (Tangsel-red). Sangat prihatin melihat perkembangan futsal di Banten yang saya nilai tertinggal dibandingkan provinsi tetangga seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Bukan karena kita tidak memiliki pemain hebat, tapi kita membutuhkan pelatih yang jauh lebih bagus lagi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, hingga saat ini Banten belum memiliki tim futsal wanita. Itu bukan lantaran Banten tidak memiliki bibit potensial, melainkan kiprah pelatih belum menjanjikan. “Tugas pelatih bagaimana membentuk sebuah tim, bukan membentuk tim yang sudah jadi. Di sini peran pelatih profesional untuk memberi pemahaman kepada insan futsal di Banten agar ke depan semakin maju,” pungkasnya. (RB/dre/alt/dwi)