Agus Irawan-Samsul Bahri Terancam Gagal Bersaing di Pilkada Kota Serang

SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang menetapkan bakal pasangan calon jalur perseorangan Agus Irawan Hasbullah – Samsul Bahri tidak memenuhi syarat pencalonan. Pasangan ini terancam  gagal mengikuti kontestasi pada Pilkada 2018. 

Batas minimal dukungan bagi calon perseorangan di Kota Serang adalah sebanyak 38.700. Sementara, pasangan Agus-Samsul yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi berjumlah 23.213 dukungan KTP-elektronik dari total jumlah dukungan yang diserahkan ke KPU Kota Serang sebanyak 59.685 dukungan.

Namun, hasil vermin, pasangan Agus-Samsul ini tidak melaksanakan verifikasi faktual pada 30 Januari sampai 5 Februari 2018. Sehingga KPU menyatakan disetiap kecamatan, jumlah dukungan dinyatakan 0 memenuhi syarat dan 23.213 tidak memenuhi syarat. Sementara itu, hasil verfak pertama pada 30 Desember 2017 lalu, bapaslon ini baru mecapai 9468 dukungan yang dinyatakan memenuhi sayrat, dan jauh dari batas minimal jumlah dukungan sebanyak 38.700 dukungan.

Divisi Teknis KPU Kota Serang Fierly Murdliyat Mabruri mengatakan  penetapan calon Walikota dan Wakil Walikota Serang akan diumumkan pada 12 Februrari 2018. Syarat pencalonan dari bapaslon Agus-Samsul sebanyak 9468 dukungan, hal itu masih jauh dari ambang batas minimal.  BA7 atau hasil rekapitulasi verifikasi faktual menjadi dasar pengambilan penetapan paslon.

“Karena sudah bisa dilihat sama-sama, bisa disaksikan apa yang terjadi 12 Februari. Kira-kira sudah tergambar,” kata dia usai rapat pleno rekapitulasi verifikasi faktual dukungan perseorangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Serang 2018, di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Jumat  (9/2).

Bakal calon Walikota Serang jalur perseorangan Agus Irawan Hasbullah mengatakan hasil rekapitulasi verifikasi faktual dinyatakan KPU Kota Serang tidak memenuhi syarat (TMS). “Hasil perbaikan kami diterima dengan kosong-kosong. Karena kami tidak menjalankan verfak,” kata dia di Hotel Wisata Baru, Kota Serang, Jumat (9/2).

Alasan agus tidak melaksanakan verfak,  karena hasil verifikasi administrasi yang sudah ada, yakni 23.213 dukungan tidak bisa lagi dijalankan ke verfak agar lolos menjadi calon Walikota. “Itu dasarnya. Kami tidak menyalahkan pada PPS dan PPK. Hasil vermin nya yang kami salahkan,” kesalnya.

Hasil vermin yang tidak sesuai yang ia harapkan, dengan jumlah 23.213 yang memenuhi syarat ditambah dengan jumlah dukungan sebelumnya 9.468 yang memenuhi sayrat.  “Kuota yang dibutuhkan oleh paslon itu 38.700. Buat apa kami jalankan verfak,” keluhnya.

“Disinilah saya berfikir rasional buat apa kami ngerjain PPS begitu juga warga. Lebih baik diam duduk di tempat (tidak menjalankan verfak-red).” Waktu perbaikan menyerahkan 59685, tambah dia, sedangkan yang dinyatakan MS saat vermin hanya 23.213 dukungan, karena ditemukan ganda internal dan ganda eksternal saat vermin.

“Ganda internal dan eksternal ini harus perlu bukti dong. Ganda eksternalnya mana, ganda internalnya mana. Hanya berita acara, yang jelas biar jelas. Ini yang tidak mendukung ini pernyataannya. Kami dibuat capek itu masalahnya,” ungkapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).