Airin Berpesan Sekwan Baru Jangan Biasakan Kerja Santai

0
465 views
Walikota Airin Rachmi Diany melantik Chaerul Saleh menjadi Sekretaris DPRD Tangsel di Aula Balaikota Tangsel, Selasa (23/4). FOTO: HUMAS TANGSEL FOR RADAR BANTEN

CIPUTAT – Walikota Airin Rachmi Diany melantik Chaerul Saleh sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Tangsel di aula Puspemkot, Selasa (23/4). Dia mengisi posisi tersebut setelah Sekwan lama, Syamsudin pensiun tujuh bulan lalu. Diketahui, Shaleh sebelumnya menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel.

Walikota Airin menyatakan, walau kedudukannya sama dengan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lainnya, namun jabatan sekretaris DPRD memiliki karakteristik tersendiri yang perlu mendapatkan perhatian. ”Sekretaris DPRD adalah sebuah jabatan dalam lingkup eksekutif, yang dalam menjalankan tugas sehari-harinya akan secara intens berhubungan dan berinteraksi dengan lembaga legislatif,” katanya.

Secara kelembagaan, sekretariat DPRD adalah sebuah unit kerja yang tugasnya memberikan support atau dukungan dan fasilitasi kepada lembaga legislatif. Kelancaran, kesuksesan dan keberhasilan legislatif dalam menjalankan perannya, sangat dipengaruhi oleh Sekwan menjalankan tupoksinya. ”Artinya, peran Sekretariat DPRD sangat strategis. Oleh karena itu, jalankan peran ini dengan baik, berikan dukungan dan fasilitasi yang optimal,” katanya.

Satu hal yang tetap harus diingat adalah bahwa sebagai bagian dari eksekutif, Sekwan harus tetap dapat mengikuti prinsip-prinsip birokrasi yang berlaku seperti prinsip garis hierarki, koordinasi dan lainnya. Dengan kata lain, dalam menjalankan tugasnya, seorang Sekwan harus mampu mempraktikkan bagaimana bekerja secara proporsional, seimbang dan selaras. ”Pada kesempatan yang baik ini, saya juga ingin menekankan kepada yang dilantik hari ini, untuk segera dapat menyesuaikan diri dengan posisi barunya. Seorang aparatur sipil negara (ASN) harus senantiasa siap untuk ditempatkan dimanapun. Ini sudah menjadi janji dan sumpah,” terangnya.

”Jangan dibiasakan kerja bersantai-santai. Jangan pula dibiasakan membuang-buang waktu. Jangan hanya karena alasan adaptasi, pekerjaan menjadi tertunda dan dan terbengkalai. Roda organisasi, proses birokrasi dan mekanisme pekerjaan harus terus bergerak, tidak boleh berhenti hanya karena adanya pergantian personel,” tambah ibu dua anak ini. (you/asp/sub)