Airin Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Anggota Paskibra

0
72
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany berfoto bersama sejumlah anggota Paskibra Kota Tangsel di barak pusat pelatihan Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Senin (5/8).

TANGERANG SELATAN – Walikota Airin Rachmi Diany meminta kepolisian untuk menyelidiki kematian anggota Paskibra Kota Tangsel, Aurellia Qurrotain (16). Informasi itu disampaikan Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie.

“Statusnya bukan melapor. Pemerintah sifatnya meminta kepada polisi menyelidiki kematian Aurellia. Kalau melapor, tepatnya keluarganya,” katanya di Kawasan Pusat Pemerintah Kota Tangsel, Jumat (9/8).

Ia menambahkan penyelidikan tersebut untuk melihat duduk persolan yang sebenarnya, termasuk metode selama anggota Paskibra mengikuti latihan. “Kan enggak ada autopsi, kalau ada itu enak. Makanya, inisiatif bu Wali meminta polisi turun,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kematian anggota Paskibra Kota Tangsel, Aurellia Qurrotain, Kamis (1/8) lalu, secara tiba-tiba, menuai sejumlah spekulasi. Salah satunya, dugaan adanya kekerasan yang dialami Aurel (panggilan akrab almarhumah Aurellia Qurrotain-red). Aurel meninggal di rumahnya di Taman Royal 2, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (1/8) lalu sekira pukul 05.00. Korban meregang nyawa dalam masa pendidikan dan pelatihan Paskibra.

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LSPK) Hasto Atmojo Suroyo mengimbau semua pihak agar bekerja sama dan memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Dan, tidak perlu takut.

“Pelapor dan/atau saksi yang memberikan keterangan pada penegak hukum guna kepentingan penyelidikan, berhak atas perlindungan, seperti diatur dalam undang-undang tentang perlindungan saksi dan korban,” ucapnya.

“Jika memang ada potensi ancaman atau intimidasi terhadap para saksi maupun rekan-rekan korban, laporkan ke LPSK. Termasuk bagi pihak keluarga, kami siap berikan perlindungan,” imbuhnya. (you)