Airin Perintahkan Bongkar Bangli Penyebab Banjir

Bangunan Liar
Ilustrasi/ jpnn.com

PAMULANG – Banyaknya bangunan liar (Bangli) di sepanjang Kali Ciledug Hulu Reni Jaya, Pamulang menjadi penyebab banjir. Untuk itu, Walikota Airin perintahkan untuk membongkar bangunan semi permanen tersebut.

“Saya minta, camat dan lurah dua pekan ini mendata, sekaligus sosialisasi penggusuran. Satu bulan harus selesai tidak ada bangli lagi,” ujarnya saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pamulang di aula Universitas Pamulang, Senin, (7/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Ditambahkannya, Pemkot tidak akan memberikan toleransi terhadap bangunan yang berdiri di sepadan kali, terutama di Perumahan Reni Jaya RW 18, Kelurahan Pamulang Barat. Saat banjir, pemerintah didesak untuk mencari solusi. Sedangkan, warga banyak yang tidak mau diajak bekerjasama untuk diberikan solusi penanganan banjir. “Mereka (warga RW 18-red) harus membongkar sendiri. Kalau tidak mau, Satpol PP yang akan membongkarnya,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Tangsel Retno Prawati mengatakan, untuk anggaran perbaikan dan normalisasi kali dianggarkan tiap tahun. Namun, saat normalisasi terkendala banyaknya bangli. “Kali Reni Jaya, setiap tahun dilakukan normalisasi agar tidak banjir,” terangnya.

Pembongkaran bangunan liar, sambung Retno, diperlukan agar kali tidak menyempit dan tidak ada pendangkalan. Untuk itu, koordinasi lintas sektoral dengan dinas terkait diperlukan. “Untuk mewujudkan kawasan Reni Jaya bebas banjir,” ujarnya.

Diakui Camat Pamulang Deden Juardi, persoalan banjir memang menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Upaya perbaikan infrastruktur di bantaran kali dan selokan terus dilakukan. “Kita lakukan secara bertahap. Diharapkan tahun 2017, Reni Jaya sudah bebas banjir,” kata mantan Camat Ciputat itu.

Lurah Pamulang Barat Mulyadi mengatakan, akan membuat surat edaran dan musyawarah warga untuk pembongkaran bangli di sepanjang kali Reni Jaya tersebut. Di sepanjang kali tersebut terdapat 100 kepala keluarga (KK). Mereka umumnya, membangun bangunan semi permanen untuk penambahan bangunan rumah. Sehingga terjadi penyempitan kali. “Panjang Kali Reni Jaya panjangnya 700 meter. Saya akan menjalankan instruksi Walikota. Warga agar membongkar bangunannya sendiri,” pungkasnya. (RB/mg-25/riz)