Airin Temukan Banyak Pelanggaran PSBB

0
199
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mendatangi lingkungan RT 6/5 Parigbaru, Kecamatan Pondokaren, Sabtu (19/4). Airin memberikan sosialisasi kepada warga setempat.

PSBB Hari Kedua Tangerang Raya

PONDOKAREN – Sejumlah pelanggaran masih ditemukan saat Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany melihat hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sepanjang Sabtu (18/4), Airin melakukan kunjungan ke sejumlah titik. Di antaranya, check point Pondokaren, exit tol Boulevard, Perumahan Kebayoran Garden, Kelurahan Parigi Baru lalu ke check point Rawabuntu hingga mengunjungi petugas pemakaman di kantor Perkimta di Taman Tekno Rawabuntu.

Saat meninjau check point di exit tol Boulevard Pondokaren, Airin menemukan pelanggaran pada mobil pribadi yang penumpangnya melebihi aturan yang berlaku. Airin langsung mengingatkan para pengendara di dalamnya. “Kita ingatkan dan berikan sosialisasi kepada warga yang belum tahu mengenai penerapan PSBB. Supaya mereka memahami dan mengikuti aturan dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 ini,” katanya.

Secara keseluruhan dilaporkan di check point Pondokaren,  total pelanggaran untuk kendaraan roda empat ada 13 mobil yang penumpangnya lebih dari tiga orang. Sementara, yang tidak menggunakan masker tidak ada. “Alhamdulilah, mereka sudah peduli dalam penggunaan masker di saat pandemi wabah Covid ini,” ujarnya.

Dari sana, Airin meninjau perumahan Kebayoran Garden. Airin ditunjukkan alat deteksi dini untuk pengecekan covid menggunakan aplikasi mandiri.  Lalu, ibu dua anak ini berkunjung ke RT6/5 Parigibaru. Selama 15 menit, Airin memberikan sosialisasi kepada warga.  “Kami mengingatkan warga untuk tetap menggunakan masker, jaga jarak dan meminta kerja samanya untuk menyukseskan PSBB di Kota Tangsel,”jelasnya.

Salah satu pegawai Satpol PP Kota Tangsel Iskandar menjelaskan, meski ada pelanggaran di hari pertama penerapan PSBB ini belum diberikan sanksi. Hanya teguran dan sosialisasi. “Untuk yang melanggar, kita minta turun untuk pindah ke  kursi belakang,” jelasnya.

Sementara, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang juga melakukan peninjauan langsung saat penerapan PSBB di beberapa titik, mengungkapkan dari hasil pemantauan di sejumlah titik check point, sejumlah warga sudah menyadari pentingnya penggunaan masker. ”Ya tadi sudah dapat laporan, jika masker di posko masih tersedia, sehingga memang warga Tangsel sudah menyadari penggunaan masker pada saat berkegiatan di luar rumah,” ujar Benyamin saat diwawancarai wartawan, Minggu (19/4).

Namun, Benyamin tak memungkiri masih ada beberapa warga yang belum tahu pelaksanaan PSBB ini. Sejumlah pengendara motor yang masih banyak yang berboncengan.

Sementara, Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto mengatakan, pelanggaran masih ditemukan sejumlah pengendara di posko check point. “Sejauh ini pelanggaran PSBB di Tangsel masih cukup banyak. Karena mungkin ini masih awal diterapkannya PSBB,” ucap Luckyto saat mengecek posko check point Sandratek, di Jalan Ir. H. Juanda, Rempoa, Ciputat Timur, Minggu  (19/4).

BELUM MENAATI

Seperti diketahui, kebijakan PSBB telah diberlakukan di tiga wilayah di Tangerang Raya. PSBB di Tangerang Raya berlaku mulai Sabtu (18/4) hingga 3 Mei 2020 sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

Sebagai bagian dari upaya menertibkan masyarakat di tengah PSBB, Pemerintah Kota Tangerang melakukan pemeriksaan di 48 titik (check point). Ke-48 titik check point terdiri atas 15 titik pemeriksaan di ruas jalan utama dan 33 titik pemeriksaan di ruas jalan lingkungan.

Salah satu check point terletak di jalan MH Thamrin, Cikokol, Kota Tangerang. Pantauan di lapangan pada Minggu (19/4) siang, masih tampak masyarakat yang belum menaati PSBB dengan mengurangi pergerakan dan bepergian tanpa menggunakan masker.

Aiptu Bagus Budi, anggota Polres Metro Tangerang Kota yang berjaga di check point PSBB jalan MH. Thamrin, Cikokol, menjelaskan, bagi masyarakat yang bepergian tidak menggunakan masker baik menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum diberikan teguran. “Sampai saat ini kita meniadakan penindakan. Sifatnya hanya imbauan dan kalau tidak menggunakan masker akan kita berikan surat teguran,” ujarnya.

Sesuai imbauan, bagi pengendara mobil pribadi tidak diperbolehkan mengisi penumpang dengan jarak yang berdekatan. Sementara untuk angkutan umum, hanya diperbolehkan mengisi 50 persen dari jumlah maksimal angkutan.

“Untuk angkutan umum yang belum mematuhi sejauh ini berasal dari luar Tangerang. Ya kita turunkan sebagian penumpangnya atau kita suruh putar balik,” imbuh Aiptu Bagus.

Selain itu, di check point ini, masyarakat yang tidak mengenakan masker setelah diberi teguran juga akan diberikan masker gratis. Hanya saja stoknya terbatas. “Ini dari pagi sudah kita bagikan masker gratis. Kalau ada kita pasti bagikan. Masker ini juga sebagian ada yang disumbangkan dari masyarakat,” tandas Aiptu Bagus.

Sebagai informasi, check point yang terletak di depan kawasan industri Argo Pantes ini menyiagakan tim dari Satpol PP Kota Tangerang, tentara, kepolisian, Dinas Perhubungan dan tim dari Kecamatan Tangerang. (asp-rbnn-jpc/air)