Ajak Berbuat Onar, Lima Pemuda Anarko Diciduk

0
709 views
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sujana (Kedua kiri) menunjukkan barang bukti yang didapat dari pelaku vandalisme saat rilis di Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4).

TANGERANG – Lima pemuda diringkus polisi atas aksi vandalisme di Kota Tangerang, Jumat (10/4). Kelimanya dituduh membuat tulisan bernada provokatif di dinding-dinding pertokoan.

Coretan di dinding itu dinilai meresahkan masyarakat dan berisi ajakan berbuat onar. Setidaknya ada tiga tulisan yang dibuat pelaku dan tersebar di beberapa titik. Di antaranya, ‘Kill The Rich’, ‘Sudah Krisis Saatnya Membakar’, dan ‘Mau Mati Konyol atau Melawan’.

Aksi vandalisme ini dipicu ketidakpuasan para pelaku atas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

“Mereka tidak puas dengan kebijakan-kebijakan pemerintah dan berupaya memanfaatkan situasi yang saat ini masyarakat sedang resah. Mereka manfaatkan untuk lebih resah lagi, membuat masyarakat lebih resah dan membuat ajakan untuk membuat keonaran,” ujar Kapolda Metro Irjen Pol Nana Sudjana saat rilis yang disiarkan live melalui Instagram Humas Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4).

Atas perbuatannya, para pelaku diburu aparat kepolisian. Jumat (10/4), tiga pelaku ditangkap di sebuah kafe di wilayah Kota Tangerang. Sementara dua orang lagi ditangkap di Bekasi dan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Dari tangan mereka, disita barang bukti berupa cat semprot, stensil untuk membuat coretan dinding, hingga handphone. Kelima pelaku disangka melanggar Pasal 14 dan atau 16 dan atau 160 KUH Pidana. Mereka terancam hukuman penjara 10 tahun. “Jadi mereka ditangkap mendasari aktivitas mereka atau kegiatan mereka untuk melakukan upaya vandalisme di wilayah Tangerang Kota,” kata Nana.

Dikatakan Nana, para pelaku berasal dari kelompok Anarko. Kelompok ini memiliki paham antikemapanan dan antikapitalisme.

“Buku-buku yang ada, selama ini ya paham mereka kayak alergi kebijakan pemerintah dan memposisikan di posisi kelompok antikemapanan tersebut,” ungkap Nana.

Kelompok ini berisi anak-anak muda. Kelompok ini memperbesar pengaruhnya dengan merekrut anak muda dengan beragaram latar belakang. “Ada statusnya mahasiswa, anak SMA, dan ada juga yang pengangguran, tidak sekolah lagi,” jelas Nana.

Selain di Jakarta, polisi mengidentifikasi keberadaan kelompok anarko ini di Bandung dan beberapa daerah lainnya. Kelompok ini disebut merencanakan aksi vandalisme secara massal pada pertengahan April nanti.

“Dari hasil membuka handphone, mereka juga akan merencanakan aksi 18 April 2020 akan melakukan aksi vandalisme secara bersama-sama di beberapa kota besar di pulau besar yang tujuannya ada situasi keresahan dimanfaatkan mereka untuk mengajak masyarakat untuk melakukan keonaran dan ajakannya membakar, kemudian menjarah,” kata Nana. (dtc/nda/ags)