SERANG – Diduga memprovokasi aksi mogok kerja 130 karyawan PT Gooyang Sam Woon di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, sebanyak 10 karyawan perusahaan ini diancam di-PHK sepihak oleh perusahaan.

Kim San Geun, Direktur Operasional PT Gooyang Sam Woon, mengatakan, akibat ulah oknum karyawannya tersebut sudah 15 hari perusahaannya tidak produksi. Akibatnya perusahaan mengalami kerugian 600 juta lebih.

“Karena ulah mereka (Oknum-red) yang mendatangi satu per satu ke rumah karyawan, sehingga para karyawan mogok. Dengan begitu saya tidak bisa memenuhi permintaan Posco (PT Krakatau Posco). Kerugian harus saya tanggung. Sekitar 600 jutaan lebih,” ungkap Kim kepada wartawan saat ditemui di ruang rapat perusahaan PT Gooyang Sam Woon, Minggu (1/11/2015).

Sementar itu, Zaenudin, juru bicara PT Gooyang Sam Woon, mengatakan, dalam beberapa hari belakangan 10 karyawan telah beberapa kali melakukan aksi dengan mengatasnamakan Serikat Pekerja Nasional (SPN).

“Mereka kita namakan oknum SPN, sudah tiga kali menuntut tiga hal yaitu soal pemenuhan alat perlindungan diri, adanya BPJS dan besaran upah,” kata Zaenudin.

Zaenudin mengatakan, pihak perusahaan dan karyawan sudah melakukan pertemuan dengan para karyawan dan telah menemukan kesepakatan terkait tuntutan tersebut.

“Ketiganya sudah disepakati, alat perlidungan diri itu sudah sesuai dengan standar melalui Disnaker Kota Serang, BPJS sudah selesai dan upah sudah disepakati sesuai UMK Rp2.375.000 ini efektif berlaku Januari, namun sebelum itu sudah perusahaan berlakukan,” katanya. (Fauzan Dardiri)