SERANG – Pemerintah Kota Serang tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Staf Ahli Walikota Serang Toha Sobirin yang kini tersandung kasus dugaan korupsi kasus proyek pengadaan alat olahraga senilai Rp2,1 miliar pada anggaran tahun 2013. Penghentian bantuan hukum ini setelah Toha mengundurkan diri jabatan sebagai Staf Ahli dan mengajukan pensiun dini.

“Kalau itu mah (pengajuan pensiun) jauh sebelum (ditahan). Tadinya kan mau jadi dosen. Kalau bantuan hukum dari Pemkot Serang ada,” ujar Toha Sobirin usai acara maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Serang, Rabu (20/1/2016).

Toha mengaku sudah melayangkan surat permohonan pensiun kepada Badan Kepegawian Daerah (BKD) Kota Serang sekira tiga bulan lalu. Mengenai hasilnya, Toha belum mengetahui sudah sejauh mana karena ia masih menjalani proses hukum di Rutan Serang.

Seharusnya, kata dia, Toha pensiun pada tiga tahun ke depan sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Saya kurang tahu sudah ada respons dari BKN (Badan Kepegawaian Negara) atau belum. Mungkin kalau tanya ke istri sudah ada jawaban dari BKN,” kata dia.
Pemerintah Kota Serang, menurut Walikota Serang Tb Haerul Jaman menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Mengenai bantuan hukum, Jaman menjelaskan bahwa pihak Pemkot Serang tidak akan terlibat secara aktif memberikan bantuan hukum kepada Toha.

“Kita hanya sebatas berdiskusi kepada pengacaranya yang sudah ditunjuk beliau,” ujarnya.(Wahyudin)