Akademisi Untirta: Imbauan Menteri Antar Anak Sekolah, Ganggu Psikologi Anak

SERANG – Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Dase Erwin Juansah menilai imbauan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan bagi para orang tua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama, berdampak negatif bagi perkembangan psikologi anak, yaitu anak menjadi kurang mandiri.

“Salah satu dampak negatifnya adalah siswa menjadi kurang mandiri,” ungkap Dase saat dihubungi Radar Banten Online, Senin (18/7).

Salah satu perilaku yang dilakukan orang tua murid pada saat mengantarkan anaknya masuk sekolah pertama yakni, orang tua masuk kelas dan menentukan tempat duduk anak, padahal itu menjadi tugas guru atau wali kelas.

“Selain itu, orang tua murid pada saat mengantarkan anak ke sekolah sering memperlihatkan status sosial, seperti membawa kendaraan, perhiasan mewah,” kata Dase.

Dase menilai, seharusnya orang tua murid yang mengantarkan anak ke sekolah tidak masuk ke ruang kelas dan hanya memperkenalkan kepada guru atau wali kelas.

“Kalau dilihat praktiknya yang terjadi, dari pukul 09.00 WIB sampai 10.00 WIB orang tua murid masih berada di Sekolah,” ujarnya.

Masalah lain yang ditimbulkan, karena orang tua dianjurkan mengantarkan anak ini, yaitu terjadi kemacetan dan yang lebih memprihatinkan bagi ASN ini seakan bertolak belakang dengan Hari Kesadaran Nasional.

“ASN yang memiliki anak diberikan izin mengantarkan anak, di sisi lain ada apel kesadaran nasional, jelas ini menjadi kontradiktif,” katanya. (Fauzan Dardiri)