Ilustrasi

SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Banten dalam waktu dekat ini akan menggelar kejuaran daerah (kejurda). Kejurda yang diagendakan dihelat di Kota Serang pada akhir Juli ini disebut sebagai persiapan menuju ajang yang lebih bergengsi.

Ketua Pobsi Banten Jhon Hendrik mengatakan, kejurda biliar tersebut sebagai ajang untuk melakukan seleksi awal untuk atlet Banten yang akan diterjunkan untuk mengikuti Pra-PON biliar tahun depan. Kejurda rutin yang digelar setiap tahunnya sebagai salah satu program yang dijalankan. “Juara tiap kelas akan kami kirim untuk mengikuti Pra-PON. Oleh karena itu, saya berharap atlet yang terjun di kejurda ini serius untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Semua memiliki peluang,” tuturnya, Minggu (15/7).

Selain itu, sambung Jhon, pada Kejurda Banten tersebut akan mempertandingkan nomor-nomor yang akan dipertandingkan di ajang PON Papua 2020 mendatang. Hal itu dilakukan agar atlet Banten bisa melakukan persiapan dengan matang di kelas-kelas yang bakal dipertandingkan di PON itu. “Nomor yang tidak dipertandingkan di PON kemungkinan tidak akan digelar. Kami memilih efektif karena sebagai persiapan. Ini jembatan bagi prestasi biliar di PON nantinya, kami minta seluruh atlet bekerja keras,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Pobsi Kabupaten Serang Ketut mengatakan akan memanfaatkan ajang kejurda tersebut untuk mengukur kekuatan atlet dari kota dan kabupaten lainnya di Banten. Ketut mengaku telah mengimbau kepada atlet biliar Kabupaten Serang untuk memetik ilmu dan menambah jam terbangnya di kejurda itu.

“Agar kemampuan atlet Kabupaten Serang bertambah dan nantinya bisa berprestasi di porprov, sekaligus bisa meloloskan atlet Kabupaten Serang ke PON Papua 2020 mendatang. Ini juga kami jadikan data base untuk mengukur kekuatan calon lawan,” katanya. (rbs/sr/ira)