SERANG – Provinsi Banten menempati 5 besar nasional dalam hal Angka Kematian Ibu (AKI). “Untuk menurunkan AKI dan AKB, Dinas Kesehatan (dinkes) tidak bisa berjalan sendiri. Kita, 2014 kemarin kita membuat MAF (MDGs Acseleration framework). Kita buatkan kerangka kerjanya. Masing-masing sektor yang terlibat siapa saja kita petakan,” kata Sigit Wardoyo, Kepala Dinkes Provinsi Banten, Senin (2/2/2015).

Sigit menjelaskan, dengan MAF, semua instansi terkait akan jelas pembagian tugasnya. Instansi dimaksud diantaranya meliputi Dinkes, BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) hingga organisasi profesi.

Data Dinkes Banten, AKI di Banten mencapai 230 kasus sepanjang tahun 2014 lalu. Sedangkan untuk AKB, Dinkes Provinsi Banten belum memiliki data.

Guna mengurangi AKI dan AKB tersebut, kata Sigit, Dinkes Provinsi Banten berencana untuk membuat rumah tunggu kelahiran di tahun 2016 mendatang.

“Karena kalau kita sendiri, dengan kondisi geografis seperti ini, pelayanan kesehatan semaksimal gimana pun, kalau lokasi penduduk nya tersebar jauh susah,” terangnya.

Tak hanya membangun rumah tunggu, Dinkes pun akan memberdayakan dukun beranak untuk mendampingi bidan dalam membantu proses persalinan, sehingga keselamatan ibu melahirkan lebih terjamin.

“Kita sudah tidak lagi mencari ibu hamil, tapi bagaimana menjelaskan ke ibu hamil terkait penanganan dan kesehatannya,” katanya. (Idham)