Akibat Korsleting Listrik, Puluhan Rumah di Tangsel Terbakar

0
91
Grafis ilustrasi.

TANGERANG – Kasus kebakaran di Kota Tangsel hingga September 2017 mencapai 58 kasus, atau meningkat dua kasus dibanding tahun lalu yang hanya 56 kasus. Hubungan arus pendek atau korsleting serta pembakaran sampah menjadi penyebab paling dominan terjadinya kasus tersebut. Sementara pemukiman warga paling banyak ludes gara-gara amukan si jago merah.

Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Uci Sanusi menjelaskan, ada peningkatan kasus kebakaran, walaupun tidak signifikan disebabkan rendahnya kesadaran masyarakat. Terutama kelalaian akibat korsleting. Nah, ini yang menjadi persoalan kenapa kasus kebakaran cukup tinggi.

Uci menerangkan, umumnya lokasi yang terbakar mengandung material yang terbuat dari plastik, kertas atau kayu. Sehingga api mudah menyambar dan membesar.

”Hampir 80 persen kejadian kebakaran itu diakibatkan oleh arus pendek. Selanjutnya karena kesalahan manusia. Misal pembakaran sampah di samping rumah,” ujar Uci saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Uci menerangkan, umumnya kebakaran ini berlangsung saat hari libur, ataupun saat keadaan rumah kosong. Ini yang harus jadi perhatian, jika sedang meninggalkan rumah agar seluruh keadaannya dipastikan aman. Jangan sampai teledor. Sedikit saja tak awas, rumah dan harta benda hilang dilalap si jago merah.

Saat ini, untuk mencegah kebakaran, dirinya bersama seluruh anggota Damkar sosialisasi mengenai penanganan dini kebakaran di sekolah-sekolah, kantor kelurahan, kecamatan hingga balai warga. Mereka diberikan informasi tentang pencegahan kebakaran.

Sekretaris Dinas Damkar Kota Tangsel Agus Budi Darmawan mengatakan, sosialisasi pencegahan tidak hanya dilakukan pada masyarakat umum dan anak-anak sekolah. Tetapi juga pegawai pemerintahan. Ini dilakukan karena gedung-gedung pemerintahan memiliki potensi terjadi kebakaran. Apalagi banyak yang belum tahu mengantisipasi jika ada kebakaran. (MG-04/RBG)