Akibat Obat Nyamuk, Rumah Ludes Terbakar

Sisa-sisa bangunan rumah milik Salmah di Kampung Pajarakan, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, yang terbakar, Rabu (19/6).

SERANG – Rumah Salmah (70), warga Kampung Pajarakan, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, hangus terbakar, Rabu (19/6). Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk bakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut.

Pantauan Radar Banten sekira pukul 14.00 WIB, rumah Salmah sudah hangus terbakar. Di lokasi hanya terlihat sisa-sisa bagian rumah beserta isinya yang hangus. Rumah berukuran 5×5 meter itu terdiri atas bangunan kayu dan bilik bambu. Di rumah itu, Salmah tinggal seorang diri.

Kebakaran terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Saat itu, Salmah sedang terlelap tidur. Tiba-tiba, Salmah merasakan panas di bagian kepalanya. Ia sontak terbangun dan melihat api yang sudah membakar bagian rumahnya. Kemudian, Salmah langsung ke luar rumah meminta pertolongan warga dan kepada anaknya yang rumahnya bersampingan.

Warga kemudian langsung membantu memadamkan rumah Salmah. Namun, kobaran api terus membesar karena bangunan rumah yang mudah terbakar. Sekira 20 menit kemudian, tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang datang ke lokasi kejadian. Api akhirnya bisa dipadamkan sekira pukul 04.13 WIB.

Anak Salmah, Daso, mengatakan, kejadian itu menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta isinya. Selain bangunan, beberapa barang berharga milik Salmah juga ikut terbakar. Di antaranya, uang tunai Rp5 juta, padi hasil panen 12 karung, dan peralatan rumah tangga lain. “Hangus semua, yang selamat cuma baju yang dipakai saja,” katanya.

Daso mengatakan, hingga kini belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun, berdasarkan hasil asesmen dari tim BPBD, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar. “Enggak tahu api dari mana, tahu-tahu langsung membesar saja,” ujarnya.

Dikatakan Daso, belum ada bantuan yang datang. Ia berharap pemerintah segera menurunkan bantuan untuk ibunya tersebut. “Sekarang ibu saya tinggal di rumah kakak saya, kalau dibawa ke sini kasihan takut trauma lihat rumahnya hangus,” ucapnya.

Sekretaris Kecamatan Petir Asep Herdiana mengaku sudah menerima informasi tersebut. Pihaknya berjanji akan mengajukan bantuan kepada Pemkab Serang. “Saya masih tunggu laporan dari desa. Setelah itu, laporan akan kami sampaikan ke bupati dan dinas terkait,” katanya ditemui di kantor Camat Petir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, pihaknya sudah menangani kebakaran tersebut. Ia mengaku sudah menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. “Api diduga berasal dari obat nyamuk yang membakar perabotan rumah tangga yang mudah terbakar,” katanya. (jek/aas/ira)