Akses Jalan Hancur, Tujuh Kampung di Padarincang Terisolasi

Kabupaten Serang

PADARINCANG – Sebanyak tujuh kampung di Desa Kadukempong, Kecamatan Padarincang, terisolasi akibat akses jalan hancur dan sulit dilalui kendaraan. Selain menghambat pengiriman hasil bumi, kondisi itu menimbulkan keresahan warga karena pengendara rawan mengalami kecelakaan .

Pantauan Radar Banten, Minggu (7/8) sekira pukul 10.00 WIB, jalan di Desa Kadukempong dengan lebar empat meter rusak parah. Jalan terlihat licin karena masih berupa campuran batu dengan tanah merah. Kondisi diperparah dengan banyaknya lubang jalan berukuran lebar dan banyak tanjakan ekstrem serta belokan terjal. Kondisi itu, membuat sejumlah pengendara terlihat ekstra hati-hati melintasi jalan meski kondisi cuaca saat itu tidak hujan.

Deni, warga setempat mengaku prihatin atas kondisi jalan yang belum tersentuh bantuan pemerintah tersebut. Padahal, tak jarang terutama motor terjatuh akibat pengendara kesulitan melewati jalan tersebut. “Kalau hujan, warga sudah pasti terisolasi, mereka memilih diam di rumah karena jalan enggak bisa dilewati,” kata Deni.

Saking hancurnya jalan, kata Deni, pengguna motor trail pun nekat mengempeskan ban agar bisa lewat. Untuk motor biasa, harus menggunakan rantai pada kedua ban motor agar kendaraan bisa bergerak. “Waktu ada pemasangan listrik, petugas mengangkut tiang listrik pakai roda dibantu warga. Beli perabotan juga seperti kulkas harus digotong jalan kaki dan bayar orang. Yang paling kasihan, ketika ada yang mau melahirkan atau sakit serta butuh dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit, warga kewalahan,” keluhnya.

Deni berharap, Pemkab segera menginventarisasi pembangunan jalan di desanya karena sudah krusial. “Pas ada kunjungan Ibu Bupati (Bupati Ratu Tatu Chasanah), katanya mau diperbaiki. Mudah-mudahan saja secepatnya,” harapnya.

Senada disampaikan Camat Padarincang Gunawan. Katanya, Jalan Kerenceng di Desa Kadukempong banyak dikeluhkan warga karena rusak parah. Namun, kata dia, tahun ini jalan akan diperbaiki melalui dana program infrastuktur sosial ekonomi wilayah (PISEW) sepanjang satu kilometer. “Tahun ini baru pengerasan dan pembangunan drainase dulu yang sekilo (satu kilometer), belum tender, nilainya Rp1,2 miliar dari PISEW. Untuk pengecoran, di 2017,” ungkapnya.

Adapun panjang keseluruhan jalan rusak mencapai empat kilometer sampai perbatasan Mandalawangi, Pandeglang. “Ada tujuh kampung yang dilalui jalan rusak, warganya terisolasi. Padahal, hasil buminya cukup besar. Karena jalan rusak, pengiriman hasil bumi sering terhambat. Kalau hujan, warga lebih baik diam di rumah,” terangnya. Ketujuh kampung tersebut, yaitu Kampung Kerenceng, Kadukempong, Gozali, Sawah, Royak, Cibunar, dan Sukaresmi.

Kepala Desa (Kades) Kadukempong Maskam membenarkan, pihaknya akan mendapatkan bantuan pembangunan jalan kelanjutan PISEW dari Pemkab sepanjang 1,8 kilometer sesuai pernyataan Bupati ketika mengunjungi desanya. “Jalan sudah diukur oleh petugas Dinas PU (Pekerjaan Umum) usai Ibu Bupati selesai acara di desa. Jalan rusak hampir sepuluh tahun lebih, diperbaiki pakai dana desa kan enggak boleh. Ya, mudah-mudahan jalan segera dibangun,” harapnya. (Nizar/Radar Banten)