Akses Jalan Menuju TNUK Rusak Dikeluhkan Warga

0
114

PANDEGLANG – Akses jalan menuju Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) rusak parah. Sekira 20 kilometer lebih trayek jalan angkutan umum dan kendaraan lain itu berlubang tak terurus.

Hal itu dikeluhkan oleh warga setempat yang berkegiatan sehari-hari di tempat paling ujung barat Banten ini.

Saat melewati Cibaliung, Kecamatan Cimanggu hingga Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, kondisi jalannya sangat tak terawat.

Roni, sopir pick up mengeluhkan kondisi ini. Ia mesti berhati-hati membawa mobil muatan barangnya itu agar sampai ke tempat tujuan.

“Udah lama (kerusakan). Ada jalan cuma beberapa meter dicor, kesananya jelek lagi,” ujarnya saat ditemui Radar Banten Online, Sabtu (23/9).

Rusaknya jalan menuju Taman Nasional Ujung Kulon itu, kata dia, memang berlangsung cukup lama.

“Pernah dibangun jalan, rusak lagi. Dibiarin aja sampai sekarang, selama masih bisa jalan, warga mah hayu aja,” paparnya.

Bahkan, dikatakan Roni, sepeda motor miliknya gampang mengalami kerusakan. Entah ban bocor, turunnya kualitas mesin dan rusaknya suku cadang motornya menjadi santapan warga setempat, sekalipun kendaraannya tergolong baru.

Itu juga yang dikeluhkan oleh Sumarwoto, warga Kampung Taman Jaya, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur.

Ia mengatakan warga di Kecamatan Sumur hanya bisa mengeluhkan akses jalan yang rusak. Bila saja jalan mudah dilalui, ia membayangkan segala aktivitas warga setempat lebih cepat dan lancar.

“Jalan kan, sebagai percepatan ekonomi. Di sini banyak nelayan, petani, turis datang, kalau jalan bagus, ekonomi juga meningkat,” tutur Woto.

Dikatakan olehnya, jalan menuju Taman Nasional Ujung Kulon pernah diperbaiki, tetapi hancur kembali. Sayang, hingga saat ini, jalan tak kunjung dipoles kembali.

“Udah lama jalan rusak. Kaya gitu, dibiarin aja,” ujarnya.

Radar Banten Online saat melewati Jalan Taman Nasional Ujung Kulon itu kondisinya rusak parah. Sejumlah mobil terpaksa bersusah payah lewati jalan tersebut agar sampai tujuan.

Terlebih harus merasakan pegal-pegal akibat jalan meliuk-liuk, ke bawah dan ke atas, kemudian menerobos lubang-lubang yang melahap ban kendaraan, sejumlah sopir tetap berusaha menyeimbangkan posisi mobilnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)