Akses ke Pandeglang Dijaga Ketat

Petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada para pendatang yang akan masuk wilayah Pandeglang, Kamis (2/4).

PANDEGLANG – Aksi pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di Pandeglang masif sekali. Pemkab tidak mau kecolongan warga yang terpapar Covid-19.  Kali ini, pemeriksaan dilakukan terhadap penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Jakarta-Labuan dan penumpang angkutan umum lain.

Pemeriksaan superketat dilakukan karena Pandeglang masuk kategori salah satu daerah yang jumlah orang dalam pengawasan (ODP) terbanyak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, pada awal April 2020 dari 3.077 ODP di Banten, terbanyak ada di Kabupaten Pandeglang mencapai 685 orang. Lalu disusul Kota Tangerang 587 orang, Kabupaten Serang 487 orang, Kota Tangsel 363 orang, Kota Cilegon 304 orang, Kabupaten Tangerang 290 orang, Kabupaten Lebak 232 orang dan Kota Serang 129 orang.

Kemarin, tim kesehatan dari Dinkes Pandeglang yang dibantu  aparat kepolisian dan Kodim 0601 Pandeglang melakukan pemeriksaan penumpang di perbatasan di wilayah Gayam, Kecamatan Cadasari, Terminal Kadubanen di Kecamatan Pandeglang, dan wilayah Kecamatan Carita. Target pemeriksaan penumpang AKAP, angkutan umum, mobil pribadi pelat B dari luar Pandeglang, dan pengendara motor. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan suhu penumpang dan pengendara motor.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pemeriksaan ketat itu untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran virus corona di Pandeglang. “Kita tempatkan petugas untuk melakukan pemeriksaan sebagai upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran corona,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (2/4).

Irna mengatakan, apabila ditemukan ada penumpang atau pengendara yang memiliki suhu tubuh di atas 37,8 derajat langsung dilakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas terdekat. “Langsung diperiksa di puskesmas terdekat, kita tidak ingin ada warga kita yang terkena virus corona. Makanya, kita akan lakukan berbagai hal untuk mencegah penyebaran corona di Pandeglang,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pandeglang Tatang Muchtasar mengatakan, pemeriksaan masif itu sebagai salah satu upaya memutus penyebaran Covid- 19 di Pandeglang. Mulai 6 April,  semua bus AKAP jurusan Jakarta-Labuan yang melintas di Pandeglang diarahkan hanya sampai di Terminal Kadubanen saja. Bus-bus itu tidak diperbolehkan menuju ke terminal Labuan.  “Semua akan berhenti di Kadubanen, nanti yang mau ke arah Labuan akan diantar oleh mobil Elf 300,” katanya.

Terminal Kadubanen merupakan terminal tipe C atau hanya untuk pemberhentian mobil angkutan perkotaan. Lantaran kondisi darurat maka Terminal Kadubanen akan digunakan untuk pemberhentian bus AKAP. “Bisa saja digunakan untuk menyesuaikan dengan keadaan saat ini. Hasilnya tadi sudah kita sepakati bersama,”pungkasnya.

Sekda Pandeglang Pery Hasanudin setuju bus AKAP diberhentikan di Terminal Kadubanen agar Pandeglang tidak terkena serangan corona. “Kita ketahui semua saat ini kita sedang fokus pencegahan Covid-19, dengan dipusatkan satu titik arus penumpang dapat mudah dikontrol,” katanya.

ODP TERBANYAK

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banten sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, angka ODP Covid-19 setiap hari meningkat di Provinsi Banten. Hal itu disebabkan masifnya informasi terkait Covid-19 sehingga masyarakat memiliki keinginan untuk mengetahui kondisi kesehatannya dengan mendatangi rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Selain dikarenakan banyaknya warga yang memeriksakan kesehatannya, angka ODP meningkat juga disebabkan banyak masyarakat yang pulang kampung dari Jakarta,” kata Ati.

Kendati ODP semakin meningkat dan menyebar luas di delapan kabupaten kota, lanjut Ati, hingga saat ini kasus positif corona baru terjadi di Tangerang Raya. “Sampai hari ini (kemarin-red), ada 107 kasus positif Covid-19, dimana 84 pasien masih dirawat, 7 pasien sembuh dan 16 meninggal dunia. Semuanya di Tangerang Raya,” ungkapnya.

Terkait banyaknya pasien dalam pengawasan (PDP) yang banyak meninggal dunia, Ati menuturkan  PDP yang meninggal sebagian sudah diperiksa Lab Covid dengan hasilnya negatif corona, atau ada juga pasien PDP yang meninggal sebelum pasien tersebut dilakukan pemeriksaan Lab Covid. “Banyaknya kasus PDP yang dilaporkan meninggal melebihi kasus positif corona dikarenakan  pasien tesebut memiliki riwayat penyakit penyerta lainnya seperti jantung, stroke, jantung, DM, hipertensi, cancer dan yang lainnya,” urainya.

Hingga Kamis (2/4) pukul 18.00 WIB, PDP di Banten sebanyak 419 orang tersebar di delapan kabupaten kota. Namun yang terbanyak di Kota Tangsel 150 orang, Kota Tangerang 147 orang, dan Kabupaten Tangerang 90 orang. “Tapi jumlah PDP yang sembuh juga banyak, ada 38 orang. Sedangkan 360 masih dirawat dan 21 meninggal dunia,” ungkap Ati.

Untuk menekan penyebaran virus corona di Banten, lanjut Ati, Pemprov Banten atas arahan Presiden mengenai karantina wilayah melakukan perpanjangan kerja di rumah  untuk ASN, meliburkan siswa untuk belajar daring, serta physical distancing pada masyarakat sebagai bentuk memutuskan matarantai penularan Covid 19. Termasuk menyiapkan bantuan sosial untuk masyarakat.

“Saat ini Pemprov Banten sedang memfokuskan diri terhadap upaya penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) serta pasien positif Covid-19, tanpa mengesampingkan upaya pencegahaan agar Covid-19 di Provinsi Banten dapat ditekan penyebarannya,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prajogo menilai, penanganan dan pencegahan corona di Banten masih banyak yang perlu dievaluasi. “Persoalan alat perlindungan diri (APD) masih menjadi kendala, ini tentu harus diprioritaskan untuk dicarikan solusinya. Bukan hanya masker dan hand sanitizer, Banten juga harus menyediakan lebih banyak alat rapid test,” katanya.

Budi melanjutkan, Pemprov Banten harus secepatnya membantu masyarakat yang kena dampak corona secara ekonomi. “Kita juga perlu mempersiapkan dampak ekonomi bagi masyarakat lapis bawah yang terimbas oleh kebijakan physical distancing. Melalui program bantuan buat keluarga prasejahtera yang sudah terdaftar di Dinsos,” jelasnya. (dib-den/alt/ags)