Akses Masuk Lebak Diusulkan Ditutup

0
596 views
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya

LEBAK – Bupati Iti Octavia Jayabaya mengusulkan untuk menutup sementara akses transportasi darat dari dan menuju Kabupaten Lebak. Upaya itu untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di Lebak.

Dalam salinan surat dengan Nomor: 440/1.555 – Kesra/2020, Bupati Iti menyampaikan beberapa pertimbangan dalam menutup atau membatasi mobilitas masyarakat dari dan menuju Lebak. Di antaranya wilayah Lebak berbatasan langsung dan terkoneksi dengan daerah yang terdampak atau zona merah Covid-19. Data PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tahun 2019 volume penumpang relasi Rangkasbitung – Tanah Abang sebanyak 54.774.242 atau rata-rata per hari 150.066 orang. Dari jumlah tersebut 15.000 – 20.000 penumpang merupakan warga Lebak.

Bupati Iti menyurati Direktur Utama Perum Damri, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Direktur Utama PT KCI, dan pengurus Organda. Harapannya gugus tugas nasional dapat mempertimbangkan usulan yang disampaikan pemerintah daerah. Usulan yang disampaikan, pertama penghentian sementara operasional layanan kereta commuter line di wilayah Lebak (Stasiun Rangkasbitung, Citeras, dan Maja) selama 14 hari.

Kedua, penghentian sementara operasional layanan kereta api lokal relasi Rangkasbitung-Merak selama 14 hari. Terakhir, menghentikan sementara operasional layanan angkutan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan Perum Damri di wilayah Lebak selama 14 hari.

Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lebak Doddy Irawan menyatakan, usulan yang disampaikan pemerintah daerah merupakan ikhtiar untuk mencegah dan memutus penularan Covid-19. Tentunya, pemerintah daerah akan berkomunikasi dan berkoordinasi dalam mengeluarkan kebijakan penanganan virus tersebut.

“Ini bentuk ikhtiar pemerintah daerah mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19. Nanti yang memutuskan tentu saja Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional,” kata Doddy Irawan kepada Radar Banten, kemarin.

Di Lebak, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) mengalami peningkatan. Jumlah ODP sebanyak 71 orang, sedangkan jumlah PDP 3 orang, dan satu di antaranya meninggal dunia. “Jadi, ada satu pasien dalam pengawasan yang meninggal dunia. Hasil dari pemeriksaan dokter di rumah sakit, pasien PDP tersebut negatif corona atau nonreaktif,” terangnya.(tur/alt/ags)