Aksi 55, Ini Imbauan Pejabat Kemenag

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam.

UMAT Islam dari berbagai penjuru daerah berencana turun ke jalan meminta agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak diberikan vonis bebas, dalam kasus dugaan penodaan agama.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam berharap aksi yang dikenal dengan sebutan 55 ini bisa berjalan aman dan kondusif, tanpa ada suatu kericuhan.

“Jangan sampai ada anarkisme dalam pelaksanaan aksi ini,” ujar Nur di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Jumat (5/5), dilansir JawaPos.com.

Seperti aksi-aksi sebelumnya yang berjalan damai, aksi 55 yang akan dilakukan hari ini diharapkan bisa berlangsung damai.

“Karena beberapa aksi sebelumnya selalu damai dan tidak ada tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan,” katanya.

Sekadar informasi, aksi pada Jumat (5/5) ini, dilakukan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menjelang vonis Ahok. Itu dilakukan untuk menuntut mantan Bupati Belitung Timur itu dijebloskan penjara, lantaran telah melakukan dugaan penistaan agama dengan mengutip Surat Al Maidah‎ ayat 51.

Aksi itu dimulai dengan salat Jumat di Masjid Istiqlal yang kemudian berjalan kali menuju Mahkamah Agung (MA), guna menyampaikan tuntutannya.

Sementara, vonis hakim atas kasus dugaan penodaan agama terhadap Ahok, sesuai rencana akan dilakukan pada, Selasa (9/5) di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta. (cr2/JPG)