Aksi Damai Berujung Ricuh,  Dua Anggota HMI Diduga Kena Pukul Aparat

0
1.222 views

CILEGON – Dua mahasiswa yang tergabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pihak kepolisian saat menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkot Cilegon, Selasa (25/7).

Ketua Umum HMI Kota Cilegon, Masyhuri menyayangkan kejadian itu. Dia mengatakan kedua mahasiswa yang terkena pukulan anggota kepolisian tersebut bernama Wahyu dan Apri. Masing-masing merupakan mahasiswa semester akhir di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Al-Khairiyah Kota Cilegon.

“Yang mukul jelas pakai seragam polisi. Bukan pakaian preman. Kader kita itu memar dan ada luka dikepala bocor, bibir berdarah. Kaki kena tendang, habis itu langsung nyerobot. Tapi tidak parah,” ujarnya.

Ia mengaku akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas dan menindaklanjutinya. Saat ini pihaknya masih mencari dan mengumpulkan bukti-bukti adanya kekerasan fisik tersebut. Saat aksi HMI sempat mendesak untuk bertemu Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi namun sebelum niatnya terwujud bentrokan antara HMI dan Kepolisian terjadi. Sehingga mahasiswa membubarkan diri dari aksinya.

“HMI Cilegon sangat menyayangkan tindakan dari kepolisian itu, karena baru terjadi kali ini selama kita gelar aksi di Cilegon. Kita akan ambil sikap dan keputusannya akan ditentukan dari rapat,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan oleh Radar Banten Online, Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Cilegon menggelar aksi damai di depan Kantor Pemkot Cilegon, Selasa (25/7). Aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari anggota kepolisian dari Polres Cilegon.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Kota Cilegon, Abdul Wafa mendesak Pemkot Cilegon menuntaskan pembangunan dari hal-hal terkecil sebelum menindaklanjuti pembangunan pembangunan skala besar. Kata dia, hal itu harus dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan sosial dalam kesejahteraan masyarakat Cilegon.

“Pemkot harus menindaklanjuti pembangunan drainase di daerah Ciwandan yang mangkrak. Juga memberikan air bersih kepada penduduk Kampung Watu Lawang, Pasir Salam, Ciporong, Kampung Baru Merak, dan Langon,” ujarnya.

Wafa, menyayangkan perhatian Pemkot Cilegon saat ini masih kepada penataan pusat kota. Sedangkan di sudut-sudut atau pelosok daerah masih belum mendapat perhatian. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)