Aksi Mahasiswa Rusuh, UIN Banten Merasa Dirugikan

Rektor UIN SMH Banten Profesor Fauzul Iman didampingi jajarannya saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (15/3)

SERANG-Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten merasa dirugikan akibat kampus menjadi lokasi demonstrasi oleh organisasi ekstrakampus saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Serang, Rabu (14/3). Sebab, para pendemo itu banyak berasal dari luar UIN SMH Banten. Apalagi demo sempat terjadi kericuhan.

“Kampus kita memang posisinya strategis dan kampus kita dijadikan basis. Namun intinya, (Kampus UIN Banten-red) jangan dijadikan basis,” ujar Rektor UIN SMH Banten Prof Dr Fauzul Iman didampingi jajaran wakil rektor dan wakil dekan bidang kemahasiswa masing-masing fakultas saat konferensi pers di ruang kerja rektor, Kamis (15/3).

Kata Fauzul, pihaknya tidak mempersoalkan isu-isu yang digaungkan dalam aksi mahasiswa. Namun, perlu diantisipasi karena tahun ini adalah tahun politik. “Tidak semua yang ikut demo (kemarin-red) itu mahasiswa UIN. Yang aksi organisasi ekstrakampus, bukan organisasi internal,” katanya.

Adanya keterlibatan mahasiswa di luar kampus UIN, Fauzul berharap, semua perguruan tinggi harus berkumpul untuk membicarakan agar demo tidak menimbulkan hura-hura yang lebih besar. “Ujungnya yang rusak kampus kami saja. Itu (kampus-kampus lain-red) harus diajak bersama. Diperlukan ada suara yang sama untuk menyikapi persoalan ini,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN SMH Banten Dr Wawan Wahyudin menambahkan, tidak melarang aksi mahasiswa untuk mengemukakan pendapat di muka umum karena dijamin undang-undang. Namun, pihaknya keberatan kampus dijadikan tempat aksi. “Kami tidak melarang mahasiswa demo, tapi kami keberatan kampus menjadi tempat demo,” katanya.

Hal lain, kata dia, sebagai orangtua dari mahasiswa UIN, tidak menginginkan saat berunjuk rasa terjadi anarkistis. “Pihak keamanan juga tidak represif. Sedangkan organisasi eskternal tidak terlalu dominan di lingkungan kampus,” katanya.

Ke depan, kata dia, untuk mengantisipasi kejadian serupa, kampus akan memperketat keamanan. “Ke depan kita akan memberikan kawat berduri di pagar-pagar kampus dan bekerja sama dengan perguruan tinggi se-Banten. Ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan kampus. Karena, dari beberapa demo, kampus selalu dirugikan,” katanya. (fauzan Dardiri)