Aksi Penjambretan Makin Nekat, Kapolres Instruksikan Tembak di Tempat

Lurah Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Hadiri, menjenguk Sri Wahyuni di RS Dradjat Prawiranegara, Minggu (9/9). Sri menjadi korban penjambretan di Jalan Raya Serang-Pandeglang pada Sabtu (8/9).

SERANG – Aksi bandit jalanan di Kota Serang semakin berani dan tidak mengenal waktu. Pada Sabtu (8/9) sekira pukul 13.00 WIB, aksi jambret di Jalan Raya Pandeglang-Serang KM 3, Kampung Sempu, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, nyaris menelan korban jiwa.

Hingga Minggu (9/9), korban Sri Wahyuni (31) masih terbaring di ranjang ruang IGD RS dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang. Guru honorer SDN Kubang Apu, Terondol, Kecamatan Serang, Kota Serang, itu mengalami luka serius akibat pelaku jambret, Sabtu (8/9). “Sudah siuman pagi. Sudah ingat siapa saya. Cuma masih lupa kenapa bisa ada di sini (RS-red),” kata Hendra, adik kandung Sri Wahyuni dihubungi Radar Banten.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat Sri mengemudikan sepeda motor Beat bernomor polisi A 4996 PY dari arah Serang menuju Palima. Korban memboncengkan anak lelakinya bernama Argani (7). Saat itu ia berniat pulang ke rumah orangtuanya di Desa Pasirtangkil, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak.

“Memang mau pulang ke rumah orangtua di Warunggunung. Kalau Sabtu-Minggu, libur pulang. Biasanya lewat Petir, enggak tahu kenapa, kok lewat Pandeglang,” jelas Hendra.

Namun, saat melintas di lokasi kejadian, dari arah belakang melaju sepeda motor yang langsung memepet sepeda motor korban. Pengemudi sepeda motor tak dikenal itu berusaha merampas tas korban. Namun, usaha pelaku tak berhasil. “Saya kurang tahu kronologinya. Kata Arga ya dijambret. Pelakunya satu orang, bawa motor Ninja warna pink. Kakinya (pelaku-red) kecil,” kata Hendra.

Besarnya tenaga pelaku menarik tas membuat korban hilang keseimbangan. Motor yang dikemudikan korban oleng dan membuat korban beserta anaknya terjatuh membentur aspal.

“Di sekitar situ, kata warga, memang ada yang sering punya motor Ninja, cuma warna merah,” kata Hendra.

Benturan keras itu membuat korban tak sadarkan diri. Darah segar mengucur dari telinga dan hidung korban. Bahu kiri korban juga patah. Beruntung, warga sekitar segera membawa korban ke RS dr Dradjat Prawiranegara. “Saya dikasih tahu sama istri, sekitar jam tigaan. Istri saya tahu dari temannya yang kasih video. (Korban) sudah di RS,” kata Hendra.

Diakui Hendra, kondisi kesehatan warga Kompleks Taman Banten Lestari (TBL) Blok F 10C Nomor 16, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, itu berangsur membaik. “Kalau scan dokter di kepala enggak ada apa-apa. Darah itu keluar dari telinga dan hidung, bukan kepala. Kalau tulang bahu, ada yang patah,” kata Hendra.

Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi Rabu (5/9) malam di Jalan Jenderal Sudirman, Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang. Seorang perempuan dijambret saat mengendarai motor. Korban terjatuh dan mengalami luka parah bagian mulutnya lantaran terbentur aspal.

Ulah bandit jalanan itu membuat Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin geram. Perwira menengah kepolisian itu memerintahkan anak buahnya untuk melakukan tindakan tegas atau tembak di tempat. “Perintah saya sangat jelas kepada jajaran. Tembak di tempat setiap pelaku curas,” kata Komarudin.

Komarudin mengaku, masih menyelidiki kasus penjambretan tersebut dan memburu pelaku hingga tertangkap. “Yang masih dalam lidik terus kami dalami dan buru,” kata Komarudin.

Komarudin meminta masyarakat khususnya kaum hawa agar waspada terhadap ancaman jambret. Agar tidak menjadi korban penjambretan, lebih tidak berkendara sendiri apalagi di tempat sepi.

“Penumpasan street crime (kejahatan jalanan-red) akan terus kita lakukan. Tidak akan berhenti meski pelaksanaan Asian Games sudah selesai,” kata Komarudin.

EMPATI

Kejadian yang menimpa Sri Wahyuni membuat sedih tetangganya. Minggu (9/9) siang, banyak tetangganya ikut menjenguk di rumah sakit. Namun, perempuan 31 tahun itu belum bisa berkomunikasi.

Sri terbaring lemah di ranjang ICU rumah sakit milik Pemkab Serang itu. “Sudah sadar, tapi masih lap-lapan (pusing-red),” kata Lurah Unyur Hadiri yang ikut serta menjenguk Sri bersama puluhan warga ibu-ibu itu.

Atas kejadian itu, Sri mengalami luka cukup parah. “Darah sudah berhenti cuma ini (menunjukkan lengan kanan) patah,” kata Hadiri.

Pihak SDN Kubang Apu, Kelurahan Trondol, juga ikut prihatin atas kejadian yang menimpa Sri. Terlebih, guru honorer itu dikenal ramah dan rajin. “Bu Sri baik, biasanya datang paling awal,” kata Kepala SDN Kubangapu Siti Mulyati di rumah sakit.

Siti yang mendengar kabar dari berita berantai di WhatsApp mengaku kaget. Sebab, ia dan rekan-rekan sekantornya sempat melarangnya pulang ke Lebak. “Memang Bu Sri kalau Sabtu pulang ke Rangkasbitung. Tapi, kemarin kita sempat larang karena kondisi mendung,” ujarnya.

Ia berharap, Sri bisa kembali pulih. “Kita berharap terus membaik. Dan, alhamdulillah, sekarang sudah sadar meski nyeri di kepalanya masih terasa,” ujarnya. (Merwanda-Supriyono/RBG)