Aksi Refleksi Sumpah Pemuda, IMC Tuntut Tiga Hal ke Pemkot Cilegon

0
56
CILEGON – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menggelar aksi refleksi sumpah pemuda yang berlangsung di Tugu Landmark Simpang Tiga Kota Cilegon, Senin (30/10). Dalam aksinya IMC mengkritisi pembangunan fisik dan nonfisik Pemkot Cilegon.

Orator aksi IMC menyebut APBD Kota Cilegon tahun 2017 sebesar Rp 1,9 triliyun serta Cilegon yang merupakan pusat industri terdepan dan terbesar di Pulau Jawa bahkan ASEAN namun belum mampu mengentaskan angka pengangguran bagi warga lokalnya.

Ketua Umum IMC, Hairul Hidayat mengulas Sumpah Pemuda yang terlahir dengan konsep dari ‘daerah untuk bangsa’ pada kongres pemuda ke-2 di Kota Jakarta pada 28 Oktober 1928 silam. Untuk refleksi sumpah pemuda IMC menginisiasi tiga hal tuntutan kepada Pemkot Cilegon.

“Yang pertama kami mendesak Pemkot Cilegon untuk menuntaskan pengangguran. Pada 2017 tertera di LKPJ sebesar 11,83 persen dan data Disnaker Cilegon sebanyak 5312 jiwa pengangguran berdasarkan pembuatan kartu kuning,” katanya.

Melihat membludaknya angka pengangguran itu, IMC memberikan solusi. “Alternatife penyelesaianya yakni pemberdayaan ekonomi pemuda bersumber dari dana desa, Apbd, dan CSR. Penyesuaian kurikulum SMK dengan kebutuhan industri dan insustri wajib berpartnet dengan SKM. Kemudian setiap industri diwajibkan merekrut tenaga kerja dari warga lokal minimal 70 persen,” ucapnya.

Selanjutnya yang kedua, sambung Hairul, menolak segala bentuk yang menyebabkan pemudaran moral dan mengajak seluruh masyarakat Cilegon untuk bersama membangun dan memperkuat moral dalam setiap jengkal kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dan yang ketiga menuntut ruang terbuka khusus pemuda atau taman pemuda. Sebagai sarana khusus pemuda untuk menuangkan hobi, ide, dan kreatifitas baik bidang olahraga, seni, teknologi, budaya, dan laiannya,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)