Aktivis Perempuan HMI Minta TKI Dilindungi Pemda

0
770 views
Puluhan aktivis Korps HMI Wati (Kohati) menuntut Pemkab Serang melindungi TKI dari tindakan kekerasan.

SERANG – Puluhan aktivis perempuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang atau Korps HMI Wati (Kohati) menuntut Pemkab Serang melindungi tenaga kerja Indonesia (TKI).

Tuntutan puluhan aktivis itu diluapkan dengan melakukan aksi di halaman Pendopo Bupati Serang, Rabu (13/2).

Ketua Umum Kohati HMI Cabang Serang Yanah Alvianah mengatakan, banyak TKI asal Kabupaten Serang yang menjadi korban kekerasan majikannya. Hal itu perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.
Selain itu, pihaknya mendesak Pemkab Serang untuk menindak tegas agen-agen Perusahaan Jasa TKI (PJTKI) yang memberangkatkan TKI ilegal.

“TKI yang bermasalah di Provinsi Banten itu ada 271, paling banyak di Kabupaten Serang,” katanya.

Pada aksi itu, mereka juga menuntut Pemkab Serang untuk menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak lagi bekerja ke luar negeri untuk menjadi TKI. “Banyak pabrik-pabrik, lapangan pekerjaannya jangan diberikan kepada tenaga kerja asing,” pungkasnya. (Abdul Rozak/Aas)

BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.