Aktivitas Blasting Dikeluhkan Warga, Komisi IV Sidak Semen Merah Putih

SERANG – Menindaklanjuti keluhan warga terkait aktivitas PT Cemindo Gemilang, pimpinan dan anggota Komisi IV DPRD Banten melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke pabrik Semen Merah Putih yang berlokasi di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.

Usai melakukan sidak, juru bicara Komisi IV Dede Rohana mengungkapkan, kunjungan DPRD Banten ke PT Cemindo diterima Manager CSR PT Cemindo Gemilang Wahyu dan jajarannya. “Sidak ke PT Cemindo ini menindaklanjuti adanya keluhan warga yang disampaikan ke DPRD Banten beberapa waktu lalu. Makanya kita minta penjelasan langsung ke pihak perusahaan,” ujar Dede kepada wartawan di DPRD Banten, Senin (13/1).

Politikus PAN itu mengungkapkan, ada tiga hal yang dikonfirmasi Komisi IV ke PT Cemindo. Pertama, aktivitas blasting (peledakan bahan baku semen), pengelolaan limbah industri, dan konflik dengan nelayan di sekitar kawasan PT Cemindo Gemilang.

Terkait aktivitas blasting, lanjut Dede, selama ini proses blasting diprotes warga sekitar lantaran suaranya yang bising, dan getarannya merusak tempat tinggal warga. Komisi IV pun meminta pihak perusahaan untuk meminimalisasi dampak aktivitas blasting agar tidak mengganggu warga sekitar. “Pihak perusahaan berjanji akan mengurangi kebisingan aktivitas blasting, sehingga dampaknya tidak terlalu parah,” ujarnya.

Terkait kerusakan yang ditimbulkan, Komisi IV juga meminta pihak Cemindo bertanggungjawab memberikan kompensasi. “PT Cemindo berjanji memberikan perhatian kepada warga sekitar yang terdampak. Ini akan kita kawal agar semua warga mendapatkan kompensasi yang sesuai,” tegas Dede.

Selanjutnya terkait pengelolaan limbah, Dede mengaku limbah pabrik sudah dikelola cukup baik sehingga tidak merusak lingkungan. “Kalau pengelolaan limbahnya kita apresiasi. Cemindo melakukan proses daur ulang sehingga tidak sampai mencemari lingkungan,” tuturnya.

Adapun persoalan konflik dengan nelayan di Kecamatan Bayah, menurut Dede, sudah ada penjelasan dari pihak Cemindo. “Perusahaan hanya menertibkan nelayan yang masuk ke kawasan PT Cemindo. Di luar kawasan tidak ada pengusiran. Agar tidak terjadi lagi konflik, kami sarankan agar perusahaan melakukan pembinaan terhadap para nelayan,” urainya.

Hasil kunjungan ke lapangan yang dilakukan Komisi IV, selanjutnya akan disampaikan ke pimpinan DPRD Banten. “Tentu akan ada rekomendasi agar pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten) melakukan pengawasan lebih baik lagi, sehingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan pabrik tidak menjadi korban,” tegasnya.

Sebelumnya, Manager CSR PT Cemindo Gemilang, Wahyu mengapresiasi kunjungan Komisi IV DPRD Banten. Ia pun berjanji akan menindaklanjuti saran dan kritik dari lembaga wakil rakyat. “Aktivitas blasting kita upayakan diminimalisasi, sementara rumah warga yang mengalami dampak aktivitas blasting diberikan kompensasi yang sesuai,” kata Wahyu saat dialog dengan pimpinan dan anggota Komisi IV. (den/air/ags)