Alami Cedera, Salsabillah Tertahan di Banten

Atlet panjat tebing Banten Rajiah Salsabillah saat menjalani latihan rutin di Alun-alun Kota Tangerang, Selasa (12/2).

TANGERANG – Pemanggilan atlet panjat tebing Banten Rajiah Salsabillah untuk masuk Pelatnas Kualifikasi Olimpiade 2020 oleh Pengurus Pusat Federasi
Panjang Tebing Indonesia (PP FPTI) dipastikan urung dilakukan. Soalnya, Pengprov FPTI Banten melayangkan surat permohonan agar pemanggilan Salsabillah ditunda lantaran cedera.

Alhasil, Pelatnas tak mencantumkan nama Salsabillah sebagai salah satu dari sepuluh atlet yang dipanggil PP FPTI. Posisi Salsabillah digantikan oleh atlet Jawa Timur Choirul Umi.

“Ya memang kami telah mengajukan surat permohonan ke PP FPTI untuk Billah (sapaan Rajiah Salsabillah-red), kami ingin dia konsentrasi dulu pada penyembuhan cedera ototnya. Kami waswas jika dipaksakan masuk Pelatnas dia malah tidak bisa optimal dan rentan mengalami cedera lagi,” ucap Arsani Maidi Ketua Harian Pengprov FPTI Banten.

Sebelumnya, Surat Keputusan PP FPTI nomor 0510/SKP/PP-NAS/V/2019 tentang atlet-atlet tim Pelatnas Tahap II Cabang Olahraga Sport Climbing Salsabillah dipanggil bersama dua atlet baru, yakni Fitria Hartani asal Jawa Timur dan Salsabila asal Jawa Barat. Salsabillah, Fitria, dan Salsabila menemani dua atlet yang telah bergabung sebelumnya Aries Susanti Rahayu (Jawa tengah) dan Nurul Iqamah (Nusa Tenggara Barat).

Pengprov pimpinan Ronald Sandra kemudian meminta agar pemanggilan Salsabillah ditunda dan diberi kesempatan untuk kembali membela timnas panjat tebing pada kualifikasi Olimpiade seri ketiga pada November 2019 dan Mei 2020. “Pelatnas akan digelar tiga tahap untuk menghadapi babak kualifikasi Olimpiade. Pelatnas saat ini tahap kedua dan dipersiapkan untuk tampil di seri kedua yang akan berlangsung hingga November tahun ini,” ungkap Arsani.

Sejauh ini, kata Sekretaris Pengcab FPTI Kota Tangerang tersebut, progres kesembuhan Salsabillah masih belum bisa diprediksi karena masih baru dalam proses terapi. Namun, atas saran dokter cedera atlet Kota Tangerang itu butuh waktu tiga bulan untuk kembali beraktivitas latihan secara penuh. Salsabillah diperkirakan baru bisa berlatih pada bulan Juli untuk persiapan ajang persiapan Pra PON yang digelar Oktober.

“Cedera otot Billah itu seperti lecet, jadi kondisinya harus kering dulu agar tidak menambah parah kondisinya. Baru setelah kering dia bisa kembali berlatih normal,” jelas Arsani.

Meski demikian, Salsabillah sudah melakukan latihan termasuk latihan fisik. Namun, latihan diutamakan pada bagian tubuh yang tak mengalami cedera. Dengan demikian, saat cederanya sudah pulih, Salsabillah bisa langsung latihan lebih khusus lagi.

Ronald Sandra menyatakan, keputusan Salsabillah untuk berlatih di Banten bukan hanya untuk mengamankan peluang tampil di PON. Tapi, keputusan itu diambil untuk kelangsungan prestasi Salsabillah bersama Indonesia ke depanya.

“Prospek dia untuk berprestasi lebih tinggi masih panjang, kami tidak mau prestasinya buat Indonesia atau Banten terhenti begitu saja karena memaksakan diri untuk tampil saat cedera. Toh, masih ada beberapa seri yang bisa diikuti Salsabillah untuk bisa lolos ke Olimpiade,” tukasnya. (apw/nda/ira)