Alat Kelengkapan Dewan di Kota Cilegon, Komisi II Paling Diminati

0
193
M Yusuf Amin

CILEGON – Alat kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Cilegon belum terbentuk. Namun, sejumlah anggota DPRD menyatakan ketertarikannya untuk masuk ke Komisi II. Komisi tersebut membidangi kesejahteraan sosial (kesra) yang di dalamnya termasuk pengawasan terhadap industri, perburuhan, dan hiburan malam.

Ketua Fraksi PDIP M Yusuf Amin mengatakan, partainya menugaskan Ahmad Sudrajat untuk duduk di Komisi II. Namun, di sisi lain ia juga mengaku tertarik. “Nanti coba kita lobi dengan fraksi yang lain. Kalau misalnya kita (PDIP) dapat pimpinan di Komisi II, kenapa enggak saya saja yang di situ,” katanya, kemarin.

Pada dasarnya, kata Yusuf Amin, semua komisi sama. Namun, dia menilai, ke depan pimpinan Komisi II harus lebih baik dari sebelumnya. Fungsi kontrol harus benar-benar dijalankan dengan baik sehingga apa yang menjadi aspirasi masyarakat Kota Cilegon bisa ditindaklanjuti. “Komisi II itu harus komunikatif,” ujarnya.

Ketua Fraksi NasDem PKB Erick Rebiin juga mengaku, sudah menugaskan Sanudin untuk duduk di Komisi II. Latar belakang Sanudin sebagai pimpinan organisasi buruh menjadi alasannya menempatkan dia di Komisi II. “Saya tahu Pak Sanudin ini pasnya di Komisi II,” kata dia.

Namun, anggota Fraksi NasDem PKB lainnya, Andi Kurniyadi juga mengaku, berminat duduk di Komisi II. “Kalau bisa milih sih saya maunya di Komisi II,” kata Andi, beberapa waktu lalu. Meski begitu, sebagai kader partai, Andi siap ditugaskan di mana pun.

Sementara itu, anggota Fraksi Pembangunan Demokrat Muhammad Ibrohim Aswadi juga berminat duduk di Komisi II. Ia berjanji akan seoptimal mungkin menjalankan tugas pokok dan fungsinya. “Saya kira lebih pas saya di Komisi II agar pengawasan terhadap industri dan hiburan malam lebih optimal,” ungkapnya.

Di bagian lain, Ketua Fraksi Golkar Abdul Rojak mengaku, ingin menjadi anggota Komisi II karena pada periode sebelumnya ia hanya duduk di Komisi I yang membidangi pemerintahan dan infrastruktur.

“Apalagi saya kan aktif di industri, biar pengawasannya lebih optimal tentu saya lebih pas duduk di Komisi II,” katanya, kemarin. (ibm/ira)