Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan Bantu Penderita Gizi Buruk

Anggota AMPK kompak berfoto bersama usai melakukan penggalangan dana untuk penderita gizi buruk di Kecamatan Tirtayasa, Senin (14/10)

TIRTAYASA – Aliansi Masyarakat Peduli Kemanusiaan (AMPK) mengadakan penggalangan dana untuk Munawaroh, balita berusia enam bulan penderita gizi buruk, putri Bapak Munir dan Ibu Suarnah, warga Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Senin (14/10).

AMPK tergabung dari beberapa organisasi, yakni Aliansi Masyarakat Penyelamat Desa (Ampas), Gerakan Mahasiswa Serang Utara (Gamsut UIN Banten), FPI Ranting Desa Susukan, dan Banser PAC Tirtayasa.

Diketahui, berdasarkan data dari bidan Desa Susukan, jumlah penderita gizi buruk enam orang, satu orang sudah meninggal sekira satu minggu lalu, empat orang masih dalam keadaan sehat, dan satu orang dalam keadaan memprihatinkan.

“Kondisinya memprihatinkan, berat badan semakin menurun,” kata koordinator AMPK Firman kepada Radar Banten.

Dijelaskan Firman, aksi sosial penggalangan dana yang diadakan AMPK merupakan bentuk keprihatinan terhadap Pemerintah Kabupaten Serang yang hingga saat ini belum juga tuntas mengatasi kasus gizi buruk. “Kami mengawal Munawaroh hingga mendapatkan perawatan di RSUD Banten,” katanya.

Kata Firman, hal itu dilakukan guna menghindari korban meninggal yang disebabkan gizi buruk. Menurutnya, Pemkab Serang seharusnya terjun mengunjungi warga hingga tingkat desa agar mengetahui betul kondisi penderita gizi buruk, bukan hanya menerima laporan dari pihak bidan desa atau puskesmas.

“Sehingga, bisa menjadi atensi khusus untuk ditangani lebih serius,” ujarnya.

Apalagi, kata Firman, kondisi ekonomi warga dan pengetahuan pihak keluarga balita penderita gizi buruk mengenai teknis persyaratan berobat ke puskesmas, rumah sakit, masih minim. “Aksi sosial AMPK bertujuan membantu biaya operasional dan biaya kesehatan Munawaroh,” katanya.

Ketua Umum Gamsut UIN Banten Saefullah menambahkan, sektor kesehatan gizi buruk dan stunting menjadi akar permasalahan perkembangan anak dan itu menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat.

“Perlu dilakukan sosialisasi dari pemkab melalui Dinas Kesehatan tentang pemahaman masyarakat akan bahaya gizi buruk bagi perkembangan anak,” pungkasnya. (mg06/zee/ira)