Alih Fungsi Lahan di Kota Serang Diancam Denda Rp1 M

Ilustrasi Lahan
Ilustrasi Lahan
SERANG – Pelaku alih fungsi lahan di Kota Serang diancam denda Rp1 miliar. Hal ini tercantum dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) usul anggota DPRD Kota Serang yang disampaikan pada Rapat Paripurna, Senin (23/2/2016).
“Tujuannya agar jangan sampai terjadi alih fungsi. Kalau terjadi alih fungsi maka kedepan kita kekurangan pangan,” ungkap Wakil Ketua Banperda, Abdul Muhit kepada wartawan.
Ketentuan tersebut tercantum pada  Raperda Pasal 25 yang menyatakan, orang perseorangan yang melakukan alih fungsi lahan pertanian pangan berkelanjutan dipidana dengan penjara 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp1 milyar.
“Sanksi itu terkait nanti siapa yang mengalihkan fungsi lahan, kalau developer atau pengembang tentu akan jauh berbeda,” kata Muhit.
Muhit menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, pada tahun tahun 2013, Kota Serang mengalami pengurangan lahan pertanian seluas 471 Ha dari luas tahun 2012 21.553 hektar.
“Apabila kondisi ini terus berkurang ditengah pertumbuhan penduduk semakin padat, maka kalau tidak dilindungi akan semakin hilang,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)