Alih Fungsi Lahan Pertanian Harus Diimbangi dengan Pembukaan Lahan Baru

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Ferijanto.

SERANG – Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan industri atau sektor lain di luar pertanian, harus diimbangi dengan pembukaan lahan pertanian yang baru. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Ferijanto.

Menurut Feri, hal tersebut perlu dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan di Provinsi Banten. “Memang untuk saat ini kita masih stabil, bahkan kita masih bisa memasok untuk daerah lain, misalnya Jakarta,” ujar Feri, Rabu (22/3).

Banyak lahan tidur atau yang tidak difungsikan dengan baik tersebar di sejumlah daerah di Provinsi Banten. Lahan tersebut menurutnya, bisa dioptimalkan untuk pertanian dengan menyesuaikan kondisi lahan tersebut. “Misalnya ditanami jagung atau palawija,” katanya.

Jagung bisa menjadi alternatif pengganti beras. Sejauh ini jagung tidak banyak diminati masyarakat karena pola pikir masyarakat yang masing bergantung pada beras. Padahal, menurut Feri, dibandingkan beras kandungan gizi jagung lebih besar.

“Kita sudah sering melakukan sosialisasi kepada masyarakat,” katanya.

Ditanya terkait luas lahan yang dialihfungsikan dan luas lahan tidur, Feri enggan menjawab.¬† Menurutnya, data tersebut berada di Dinas Pertanian. “Fungsi kita di hilirnya, hulunya ada di Dinas Pertanian, yang tahu data itu di (dinas) pertanian,” tandasnya. (Bayu)