Aliran Sungai Cigintung Meluap, Empat Rumah Tergenang

Kondisi rumah warga di lingkungan Kaujon Singandaru, Kelurahan Serang, tergenang air dari luapan Sungai Cigintung yang mengalir ke Kali Singandaru, Senin (18/5) malam.

SERANG – Curah hujan tinggi mengakibatkan saluran air yang berasal dari sungai Cigintung menggenangi tiga kelurahan di dua kecamatan di Kota Serang. Ketiganya yaitu, Kelurahan Sayar Kecamatan Taktakan, Kelurahan Sepang dan Kelurahan Serang, Kecamatan Serang. 

Informasi yang dihimpun Radar Banten, air sungai Cigintung meluap sekira pukul 16.00 WIB, mengalir ke sungai Cimoyan, Karodangan, Sepang Baru, Cipanas Baru dan Singandaru. Di Sayar air meluap sekitar satu meter ke area persawahan. Begitupun yang terjadi di Kelurahan Sepang, di Jalan Cipanas air meluap ke daratan setinggi 80 senti meter bertepatan di Jalan Cipanas. Sedangkan, di jalan Samaji, Lingkungan Kuranji setingi 40 senti meter , dan di Lingkungan Coe. 

Kondisi serupa terjadi di lingkungan Kaujon Singandaru, Kelurahan Serang. Tak kurang empat rumah terendam air. Akibatnya warga mengangkut berbagai barang yang ada di rumah. Air yang menggenang berasal dari kali Singandaru. Puncaknya luapan air tampak di jembatan Jalan 45 dekat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Serang sekira pukul 19.30 WIB. 

Lurah Sepang, Kecamatan Serang, Haeruji mengatakan, luapan air Sungai Cigintung naik karena curah hujan yang tinggi sejak sore hari. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Hanya saja ada satu unit motor terseret arus. Ya, berasal dari Sungai Cigintung, Kelurahan Gelam Cipocokjaya,” ujarnya kepada Radar Banten saat ditemui di kantor Kelurahan Sepang, Senin (18/5). 

Kata Haeruji, kondisi hujan ditambah saluran air mengalami pendangkalan dan banyak tumbuhan liar diatas aliran sungai. Kondisi ini mengakibatkan air tersendat dan naik ke permukaan. “Ke depan akan kita usulkan untuk normalisasi aliran sungai. Biar agak lebar dan aliran sungai berjalan normal,” terangnya. 

Salah seorang warga Lingkungan Kuranji, Kelurahan Sepang, Syafrudin mengaku, saluran air Cipanas sempat naik sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB air surut kembali. “Tadi sempat naik. Sekarang sudah normal kembali. Lumayan tinggi ada sekira 50 senti meter,” terangnya.

Sementara itu, warga Lingkungan Kaujon Singandaru, Edi mengaku kejadian meluapnya air mulai dari pukul 17.00 WIB. Akibatnya ada sekitar empat rumah warga yang tergenang air. “Puncaknya pukul 19.30 WIB setelah Isya. Air naik. Ada rumah pak Engkon yang tergenang air. Kalau tidak salah semuanya ada empat rumah warga,” katanya. 

Edi mengatakan, kejadian membuat kaget warga karena air meluap di jembatan jalan 45 yang biasanya digunakan warga melintas. Ia pun mengaku tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. “Ditutup sementara jalannya karena memang jalannya tidak bisa dilalui mobil dan motor,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan membenarkan ada kejadian luapan air di tiga kelurahan. Namun dirinya belum memberikan keterangan resmi masih menunggu laporan petugas BPBD di lapangan. “Iya, kita sedang monitoring di lapangan,” katanya singkat. (fdr/air)