Alita, Lebih Mencengangkan dari Trailer dan Posternya

Poster Film Alita

Beberapa film terlihat keren di trailer dan poster, tapi zonk saat film diputar. Namun, Alita: Batle Angle, menurut Fikar, Zetizen Icon Boy Radar Banten 2018 dan Buya, Zetizen Icon Berbakat Radar Banten 2018, justru kebalikannya. Keduanya nonton bareng Zetizen Radar Banten di Cinemaxx Mall of Serang, Sabtu (16/2) lalu.

“Film ini seru. Action romantis gitu lah genrenya. Kirain bakal biasa aja, setelah nonton filmnya, bagus kok. Menghibur banget, bikin gereget,” jelas Buya, siswa kelas XI SMAN 1 Pandeglang itu.

Pemilik nama lengkap Muhamad Buyaul Amin itu juga bilang, Alita adalah cyborg dan visualisasi CGI-nya keren. Benar-benar hidup. “Pesan moral dari film ini, jangan percaya pada siapa pun, jangan berbuat baik kepada orang sebelum benar-benar mengenalnya,” tukas cowok yang jago lukis asal Saketi, Pandeglang itu.

Fikar juga sepakat. Siswa kelas XII di SMAN 1 Pandeglang itu bilang, pertama kali lihat poster Alita, agak annoying dengan mata Alita yang besar. “Mirip-mirip Astro Boy matanya, kirain bakal nggak jauh beda dari sisi cerita. Setelah nonton filmnya, jadi tahu, kayaknya mata Alita dibikin beda sama mata tokoh lain supaya jadi pembeda kalau dia itu cyborg, bukan manusia,” tukas pemilik nama lengkap Muhamad Iftikar itu.

Tim Nobar Zetizen Banten : Hilal, Buya, Fikar.

Dari segi cerita, Fikar bilang, ia dipaksa untuk berpikir keras karena memang setting lokasi, Iron City, sangat futuristik. Yakni, di 2563 atau 300 tahun setelah The Fall. Di film itu ada Zalem, negeri di atas awan.

“Meskipun sering dibahas di film, tapi Zalem ini nggak di-shot utuh. Sampai akhir cerita. Kayaknya sih bakal ada sesi 2. Oh ya, film Alita ini kayak film Captain America. Bedanya yang meninggal di sini, Hugo, pacarnya Alita. Kalau Captain Amerika, yang meninggal ceweknya,” jelas Fikar lagi.

Film yang diadaptasi dari manga berjudul Gunnm karya Yukito Kishiro dan digarap oleh Robert Rodriguez itu, kata Fikar, sangat tekno. “Mengangkat isu yang memang sekarang sedang banyak dibicarakan, yakni artificial intelligence gitu,” tukas cowok yang hobi fotografi itu.

Untuk film yang dibintangi Rosa Salazar dan Keenan Johnson ini, Fikar yang memang gemar menonton film berbagai genre ini, dari skala 1-10, memberikan nilai  8. FYI, manga Alita dibuat di era 90-an. Meski secara umum tidak begitu populer hingga mencapai level mainstream, tapi memiliki barisan fans garis keras sehingga judul ini bisa dikategorikan sebagai ‘cult manga/anime’.

Alita: Battle Angel dikenal di Jepang dengan judul aslinya, Gunnm (dibaca Ganmu atau Gun Dream,/Impian Pistol, jika diartikan secara bebas). Manga ini diciptakan oleh Yukito Kishiro dan rilis pertama kali ke publik tahun 1990 di majalah komik Shueisha ‘Business Jump’. (hellen-zetizen/zee/ira)