Alumni PGAN Pandeglang Angkatan 90 Ikut Sosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan

0
2793
Kepala BPJAMSOTEK Cabang Utama Serang Didin Haryono (kiri) menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris almarhumah Mila Fadhlia.

PANDEGLANG – Alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Pandeglang Angkatan Tahun 1990 akan ikut menyosialisasikan program dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) kepada masyarakat. Program pemerintah yang memberikan perlindungan jaminan sosial kepada para tenaga kerja itu sangat besar manfaatnya dalam menanggulangi risiko sosial akibat kecelakaan kerja atau meninggal dunia.

Hal itu terungkap saat acara Reuni ke-31 sekaligus halal bihalal alumni PGAN Pandeglang angkatan tahun 1990 di Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (5/6).   Pada momen itu, Didin Haryono, seorang alumnus yang kini menjabat Kepala BPJAMSOTEK Cabang Utama Serang, menyerahkan santunan  Jaminan Kematian (JKM)  kepada ahli waris Mila Fadhlia sebesar Rp 42 juta. Mila Fadhlia adalah seorang guru dan alumni PGAN Pandeglang angkatan 90 yang meninggal dunia pada Mei lalu karena sakit dan tercatat sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

Selain menyerahkan santunan, Didin juga menyosialisasikan program BPJAMSOSTEK yaitu Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP), serta manfaat dari program tersebut.

Mendengar penjelasan dari Didin Haryono, alumni yang hadir antusias dan akan ikut menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. Mereka berpendapat, manfaat program pemerintah yang dijalankan oleh BPJAMSOSTEK sangat besar.

“Saya mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan yang benar-benar memberikan perhatian kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan memberikan santunan bila meninggal dunia,” kata Juned Sanim, Ketua Demisioner Alumni PGAN Pandeglang Angkatan 90 .

Juned selaku penanggungjawab halal bihalal menyatakan terima kasihnya kepada BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan santunan kematian kepada ahli waris anggota alumni PGAN Pandeglang Angkatan 90 sebesar Rp42 juta.

Hal yang sama juga disampaikan HM Acang, purna bakti guru PGAN Pandeglang, yang hadir pada acara halal bihalal. Acang yang kini mendapat amanah sebagai Sekretaris Baznas Pandeglang mengapresiasi  program BPJAMSOSTEK yang manfaat sosialnya sangat berharga bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja.

“Saya sangat mendukung program ini dan akan saya sosialisasikan kepada anggota Baznas Pandeglang tempat saya bekerja saat ini,” kata mantan ketua DPRD Pandeglang ini.

Didin Haryono mengungkapkan, dirinya kerap menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan di berbagai forum formal dan nonformal supaya masyarakat mengetahui dan merasakan manfaatnya.

Karena itu pula, penyerahan santunan dilakukan di depan para alumni agar mereka menyaksikan langsung manfaatnya. Bukan sekadar cerita.

“Kami ingin memberitahukan kepada anggota alumni bahwa negara hadir untuk memperhatikan rakyatnya melalui jaminan sosial, dan mengimbau agar program ini disampaikan kepada keluarganya dan masyarakat di sekitarnya untuk mendaftar sebagai peserta,” kata Didin.

Didin mengatakan,  Mila Fadhlia adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya sebagai Pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Pandeglang.

“Ibu Mila baru lima hari menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, namun Allah SWT memanggilnya. Walaupun baru lima hari menjadi peserta, ia tetap berhak mendapatkan santunan sebesar Rp42 juta yang kami berikan kepada ahli warisnya,” kata Didin. (aas)