Sejumlah pedagang berjualan di area alun-alun Kota Serang.

SERANG – Jika pada pada hari biasa area Alun-alun Kota Serang dipenuhi oleh masyarakat yang disebukan dengan berbagai aktivitas olahraga, hal sebaliknya terjadi pada hari Minggu. Area alun-alun dipenuhi pedagang.

Seperti pada area joging track, sepanjang jalur 300 meter tersebut dipenuhi oleh berbagai macam pedagang, seperti pedagang alat-alat elektronik, makanan, obat-obatan, hingga hiburan topeng monyet.

Keadaan tersebut dinilai mengganggu kegiatan masyarakat yang datang ke alun-alun untuk berolahraga. Seperti yang diungkapkan oleh Khozinudin. Pria ini harus menelan kekecewaan lantaran dirinya tidak bis menikmati area publik tersebut.

“Terpaksa saya hanya bisa jalan kaki, sebab penuh sama orang yang dagang, gak enak untuk lari. Padahal saya datang untuk joging, tapi keadaanya begini, mau bagaimana lagi,” ujarnya, Minggu (3/1/2016).

Khozin menamabahkan, keadaan seperti ini sudah teradi sejak pertama kali dia datang pada pukul setengah tujuh pagi hingga pukul delapan pagi, suasana masih ramai.

“Saya waktu masih kuliah, kebetulan di Serang, hari-hari biasa tidak seramai ini, tapi memang kalau hari Minggu ramai seperti ini,” ujar Khozin.

Khozin berharap hal ini disikapi serius oleh pemerintah karena mengganggu aktivitas olahraga. “Bukannya kan ada aturan pedagang gak boleh jualan di dalam alun-alun, kalau bisa siapkan tempat buat pedagang,” ujarnya. (Bayu)