Amankan Harga dari Tengkulak, Gabah Premium Ditampung PT TPS

Bupati Ratu Tatu Chasanah melepas gabah premium yang akan dikirim ke PT TPS usai penandatanganan MoU di halaman Pemkab Serang, Rabu (10/8).

SERANG – Bupati Ratu Tatu Chasanah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS) Cikarang di aula Brigjen Syam’un Pemkab Serang, Rabu (10/8). Kerja sama itu dalam rangka pemasaran gabah premium dari para petani melalui Komunitas Penggilingan Padi dan Beras Mandiri (KPPBM) Kabupaten Serang.

Bupati Ratu Tatu Chasanah mengatakan, ke depan PT TPS rutin menerima gabah kering giling (GKG) premium dari KPPBM. Ditandai dengan peluncuran gabah awal sebanyak 70 ton kepada PT TPS.

Menurut Tatu, bekerja sama dengan TPS membuat harga gabah dari petani lebih aman, berbeda dengan penjualan kepada tengkulak. “Intinya pemda ingin mengamankan harga gabah di petani, tidak berhadapan dengan tengkulak. Tapi, kerja sama untuk gabah premium melalui KPPMB. Gabah medium bisa dilempar ke masyarakat atau ke Bulog,” terang Tatu di Pendopo Bupati.

Tatu pun berencana, badan usaha milik daerah (BUMD) Pemkab Serang bisa bermitra dengan perusahaan ada berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Semisal, mendirikan pabrik pengolahan beras di Kabupaten Serang . “Gabah yang masuk bukan hanya dari Kabupaten Serang, ada juga dari Lebak dan Pandeglang. Harga yang diterima PT TPS untuk gabah premium Rp5.500 dari penggilingan KPPMB,” ungkapnya.

Tatu berharap, KPPMB bisa membeli gabah dari petani dengan harga yang baik pula karena ada selisih dari harga yang ditawarkan PT TPS. Katanya, dari petani di pasar harga gabah premium kisaran Rp4.500. “Naik lagi atau enggak harganya ke depan, tergantung kualitas gabah. Untuk itu, KPPMB harus membantu petani menjaga kadar air gabah agar tidak menurunkan kualitas,” pintanya.

Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (DPKPP) Kabupaten Serang Dadang Hermawan, mengatakan, harga gabah yang akan diterima PT TPS, jauh di atas harga pasaran yang hanya sekira Rp4.000. Namun, Dadang pun meminta KPPBM bisa berbagi keuntungan dengan petani yang menjual gabahnya dari margin harga yang diberikan perusahaan. “Ada margin itu, silakan nikmati KPPBM dengan petani. Kerja sama ini mengajarkan petani untuk berbisnis,” harapnya.

Dadang mengungkapkan, produksi gabah di Kabupaten Serang bisa mencapai 500 ribu ton per tahun dari luas tanam 49 ribu haktare. Pengiriman gabah awal kepada PT TPS baru 70 ton dan akan kembali dikirim pada hari-hari berikutnya. “Produksi kita 20 persen kontribusinya kepada provinsi yang menargetkan produksi gabah 2,3 juta ton. Mudah-mudahan, kerja sama ini bisa mengawali peningkatan ekonomi di bidang pertanian atas dukungan dan seizin Bupati,” harapnya. (Nizar S/Radar Banten)