Aming Bersuara Soal LGBT Lewat Film Gila Jiwa

Gila Jiwa
Para pemain, sutradara Gila Jiwa dalam jumpa pers di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2016). (Foto: dok jpnn)

JAKARTA – Aktor Aming Sugandhi mengaku sudah bosan berbicara ke media massa mengenai isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Dia bahkan heran kenapa terus menjadi sasaran media untuk dimintai komentar mengenai isu sosial tersebut.

“Kenapa sih undang gue mulu kalau untuk isu LGBT. Kayaknya ada keberpihakan banget gue ke LGBT, padahal gue dari dulu sampai sekarang mengidentifikasikan diri kalau gue aktor,” kata Aming usai konferensi pers film Gila Jiwa di Takes‎ Mansion Hotel, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (9/3/2016) seperti dilansir laman jpnn.com.

Komedian 35 tahun itu pun tidak mau berkomentar apabila ditanya seputar LGBT. “Gue bersuara, tapi kadang dipelintir. Karena gue bilang apa, muncul apa,” lanjutnya.

Karena itu, menurut Aming, film Gila Jiwa dimanfaatkan olehnya untuk menyuarakan pandangannya. Ia menjadi salah satu sutradara dalam film tersebut.

“Makanya gue bilang film ini muncul di saat yang tepat. Di sini ada anak yang enggak dikasih pilihan dalam hidupnya. Itu bukan sesuatu yang menyimpang. Terus ada anak yang dibully, dizalimi hidupnya. Dan ini seperti realita di negara ini,” ungkap Aming.

Gila Jiwa merupakan film subplot yang terdiri dari lima genre berbeda. Selain Aming, film itu disutradarai oleh Ria Irawan, Afgansyah Reza, Julia Perez, dan Ade Paloh. (gil/jpnn)