Anah Makmur Aneka Keripik di Desa Pejaten: Kemasan Lebih Menarik, Jajal Pemasaran Online

0
818 views
Anah (Kanan) pelaku UMKM di Kampung Pejaten, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu memamerkan produk olahannya, Rabu (18/9). Foto : Daru/Radar Banten

Singkong, ubi, dan sukun biasanya hanya diolah jadi kudapan biasa, hanya dimasak dan direbus. Berbeda dengan hasil olahan usaha mikro Anah Makmur yang menyulap bahan dari umbi-umbian itu menjadi keripik varian rasa.

HAIDAR – KRAMATWATU

Tidak sulit menemui pemilik usaha keripik varian rasa Anah Makmur. Lokasinya berada di tengah permukiman Kampung Pejaten, Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu. Adalah pasangan suami istri, yakni Jaenudi dan Maryanah yang membuka usaha rumahan itu. Nama mereka cukup tenar di kampungnya. Jaenuri merupakan mantan karyawan pabrik di Cilegon. Lima tahun lalu ia memutuskan berhenti bekerja dan mencoba peruntungan dengan membuka usaha keripik.

Awalnya, Jaenuri setiap pagi harus hilir mudik berjualan keripik dibantu istrinya Maryanah atau yang akrab disapa Anah. Untuk bahan baku pembuatan keripik, seperti ubi, singkong, dan sukun dibeli Jaenuri di pasar tradisional terdekat. Kemudian, bahan diolah menjadi keripik dengan kemasan seadanya. “Modal dulu paling Rp500 ribu, untungnya masih sedikit, maklum, dijualnya masih murah, se-ons cuma Rp4.000 ” aku Jaenuri.

Satu hari, barawal dari ketidaksengajaan Anah yang menjajakan dagangannya di kantor Camat Kramatwatu, kedatangan anggota PKK yang mengajaknya untuk belajar soal pengolahan keripik yang lebih modern. Sejak itu, Anah dan Jaenuri belajar pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk. Sejak ada perubahan kemasan dan cara pemasaran, produk Anah terus berkembang dan semakin banyak peminat.

Seiring waktu, Jaenuri dan Anah mempunyai modal cukup untuk mengembangkan usahanya. Dengan tekadnya yang kuat, tekun, dan gigih, Anah dan Jaenuri akhirnya memberanikan membuka usaha aneka keripik yang diberi nama Anah Makmur. “Dulu kemasannya biasa saja, sekarang sudah bagus,” ucapnya.

Kini, dari usaha barunya itu, penghasilan Anah dan Jaenuri per hari bisa sampai jutaan rupiah dari sebelumnya hanya ratusan ribu. Keripiknya diolah dari bahan baku ubi, singkong, sukun, hingga pisang. “Alhamdulillah sekarang pelanggannya makin banyak,” ucapnya.

Produk keripiknya juga dibanderol dengan harga relatif terjangkau, semua jenis keripik ukuran dua ons hanya Rp10 ribu. Anah berharap, pemerintah terus membantu pemasaran produknya sehingga jangkauan penjualan lebih luas dan lebih maju. “Sudah ikut pelatihan juga di Diskoperindag Kabupaten Serang. Di sana dapat saran dan diajarkan memasarkan produk melalui online,” akunya.

Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror mengapresiasi Anah Makmur dengan produk keripiknya. “Ini memotivasi warga lainnya untuk lebih berdaya dan mau mengembangkan potensinya baik kuliner maupun usaha lainnya,” katanya. (*)