Anak Bacok Bapak Hingga Tewas

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Budi, di Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa (19/5).

Diduga Pelaku Alami Gangguan Jiwa

CILEGON – Sungguh keji perilaku David (28), warga lingkungan Cikerut, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon. Ia tega membunuh ayah kandunganya sendiri, Budi (50), hingga tewas.

Budi meregang nyawa akibat bacokan yang dilakukan David di kediamannya, Selasa (19/5). Diduga, pelaku mengalami gangguan jiwa.

Informasi yang dihimpun, peristiwa berawal ketika warga sekitar tempat kerjadian perkara (TKP) mendengar keributan pelaku dengan korban sekira pukul 05.00 WIB dari dalam rumah. Warga mendengar korban cek-cok dan adu mulut dengan pelaku.

Sejumlah warga yang mendengar itu, berinisiatif untuk melihat kondisi ke kediaman Budi. Saat itulah, warga terkejut melihat Budi terkapar di kamarnya sambil bersimbah darah. Kemudian, luka bacok terlihat di bagian leher Budi.

Saksi mata, Dery Muhlisin menjelaskan, sebelum masuk ke rumah korban, ia diminta oleh sejumlah masyarakat untuk memastikan kondisi Budi. 

“Saya sama warga masuk, pas lihat di kamar sudah tidak bernyawa,” paparnya.

Dery mengaku sempat mendengar korban cek-cok dengan anaknya. Namun ia mengaku tidak tahu apa persoalan yang menyebabkan perselisihan tersebut.

Setelah mengetahui korban meninggal dunia, warga berinisiatif melaporkan hal tersebut ke kepolisian. “Infonya anaknya itu depresi,” kata Dery.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku di kediamannya tak lama setelah kejadian.

“Kita butuh alat bukti lagi untuk menetapkan calon tersangka menjadi tersangka,” ujarnya.

Yudhis menambahkan, korban diduga digorok, karena batang lehernya putus. “Motifnya apa belum diketahui, masih ditelusurui lebih lanjut,” ujarnya.

Pihaknya mengamankan alat bukti berupa gergaji, palu, dan peralatan lain di rumah korban. Alat-alat tersebut ada di rumah korban lantaran korban berprofesi sebagai tukang las. “Alat bukti perkakas yang buat membunuh ada di rumah korban,” terangnya.

Kepala Satreskrim Polres Cilegon AKP Maryadi mengatakan, pelaku yang diduga anaknya mengalami depresi. Anak tersebut disebut dilarang ayahnya untuk keluar malam.

“Pelaku diancam pidana pasal 338 KUHP, hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.  (bam/air)