Anak Bukan Babu Loh! (Bag 1)

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Orang tua mana yang tidak sakit hati melihat anaknya diperlakukan tidak adil. Apalagi sampai dijadikan layaknya pembantu, enggak banget tuh. Namun hal itu dilakukan Sutini (45), nama samaran, kepada anak tirinya. Ia bahkan melakukan hal semena-mena sehingga membuat si anak benar-benar seperti seorang babu.

Gara-gara hal tersebut, Somat (48), bukan nama sebenarnya, marah besar. Ia mengundurkan diri dari kehidupan Sutini yang baru ia nikahi selama enam bulan. “Sutini tidak bisa berbuat adil kepada anak saya. Dia enggak pantas menjadi ibu baru anak saya,” kata Somat yang berprofesi sebagai pedagang ini.

Somat say goodbye dengan melaporkan Sutini ke Pengadilan Agama. Pada laporan permohonan cerai, Somat menuliskan alasan bercerai karena ketidakcocokan. “Saya langsung tidak cocok setelah melihat anak saya diperlakukan seperti itu,” jelasnya.

Persoalan ini bermula ketika Somat yang menduda selama enam tahun bertemu dengan Sutini. Janda empat anak ini juga seorang pedagang di pasar yang sama. “Kami sama-sama pedagang, bedanya saya dagang ikan. Kalau Sutini kelontongan,” aku Somat.

Pernikahan mereka cukup meriah, dihadiri para pedagang pasar serta keluarga besar kedua mempelai. Sementara itu, Sutini mengajak Somat dan anak lelaki semata wayang tinggal di rumah Sutini. “Sutini bilang kalau rumah saya lebih jauh dari pasar. Makanya lebih baik tinggal di rumahnya saja,” tuturnya.

Alasan Sutini sebenarnya kurang tepat, hanya dibuat-buat. Pada dasarnya ia tidak mempersoalkan jarak rumah, namun ia tidak kuat dengan bau amis rumah Somat. “Saya tahu itu beberapa waktu ini. Dia bilang tidak sudi tinggal di rumah bau amis, maksudnya rumah saya,” ujarnya.

Kalimat itu keluar ketika pasangan muda tapi tua ini bertengkar hebat. Pertengkaran terjadi setelah Somat melihat sendiri perlakuan sang istri baru kepada anaknya. “Dia bilang, saya itu hidup numpang makanya nurut saja. Lalu saya bilang, saya juga punya rumah. Kalau mau tinggal saja di rumah saya. Lalu dia jawab kalau rumah saya bau amis,” katanya.

Padahal saat masa pacaran, Sutini terlihat baik dan pengertian. Sama-sama kesepian tak punya pasangan hidup beberapa tahun membuat keduanya bersatu. Kadang kala Sutini mengantarkan makan siang untuk Somat di lapak pedagang ikan. Berikutnya Somat yang mengantarkan balik ikan bakar lezat untuk sang pujaan hati.

Beuh, mesra amat si Om, cinta Sutini dan Somat memang sempat mekar mewangi. Sutini tidak pernah mempersoalkan bau amis ikan ketika sedang berduaan dengan Somat. Seakan-akan bau amis itu tercium seperti mawar atau lavender. Sweet banget ya. “Selesai dagang dari lapak sore hari, biasanya saya antar Sutini dulu ke rumahnya pakai motor. Nah kan sewaktu pulang kan dia peluk saya, enggak pernah persoalkan bau badan bekas ikan tuh,” tuturnya.

Mereka pun sering membahas tentang berbagai hal, hingga akhirnya pembahasan mengerucut pada jejang pernikahan. Somat melamar Sutini menjadi istrinya, lamaran itu lalu diterima dengan senyuman.

Setelah mendapat restu dari anak-anak mereka, Somat dan Sutini naik ke pelaminan. Banyak yang menyangka pernikahan mereka akan langgeng, apalagi latar belakang mereka sama-sama pedagang. Bersambung…