Anak Kok Diajak Dugem

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Ragu Menceraikan

Idhan (16), nama samaran, berpakaian rapi malam itu. Ia bersama Jeprut (39), nama samaran ayah tiri Idhan, sudah janjian untuk keluar bersama. Sementara di sudut rumah, Suci (38), nama samaran ibu Idhan, merengut sendirian. Ia marah besar melihat sang suami membawa anaknya pergi lagi malam itu.

Lah emang mau pergi ke mana mereka? Suci bilang, Idhan dan Jeprut akan ke tempat hiburan malam untuk ngedugem. Beuh, jeb ajeb dong ya, tapi kok bawa anak tiri?

Itulah alasan utama Suci menceraikan Jeprut. Dia tidak suka melihat anaknya selalu dibawa ngedugem. “Ini sudah menjadi keputusan akhir. Sebab Jeprut telah meracuni otak anak saya dengan sering membawanya ke tempat hiburan malam,” katanya.

Menurut Suci, anak kepada orangtua itu ibarat mesin fotokopi. Mereka akan meniru orangtua hingga hampir 100 persen. “Idhan sudah anggap Jeprut seperti ayah kandung sendiri. Itulah yang membuat saya takut, anak saya suka dengan kelakuan liar ayah tirinya,” terang Suci.

Keputusan tersebut memang cukup berat. Suci sampai harus mempertimbangkannya selama empat dari enam tahun usia pernikahannya dengan Jeprut. “Tadinya saya takut harus cerai lagi. Tapi melihat baik buruknya, ternyata lebih banyak buruknya. Makanya saya meyakinkan diri kalau langkah cerai itu lebih baik,” katanya.

Saat menikah dengan Jeprut, Suci telah menjanda. Dari suami pertama, Suci memiliki satu anak yakni Idhan. Berbeda dengan Suci, Jeprut masih perjaka secara hukum alias belum menikah. Karenanya, mendapatkan Jeprut awalnya merupakan berkah untuk Suci. “Saat saya bertemu dengan Jeprut pertama kali, dia bilang tidak keberatan menikah dengan janda,” ujar Suci.

Lalu ada apa dengan suami pertama Suci, kenapa dia sampai digugat cerai? Menurut Suci, sang suami pertama berselingkuh dengan teman kantor sendiri. “Suami saya yang pertama kasus, dia selingkuh dengan teman satu kantor. Saya tahu itu dari teman perempuannya, bahkan sampai saya oncog ke rumahnya segala waktu itu,” jelas Suci.

Kegagalan dengan suami pertama inilah yang membuat Suci galau. Sebab dibandingkan dengan suami pertama, Jeprut memang lebih setia. Ia antiselingkuh meskipun sering dikelilingi perempuan malam. Kata Suci, ini karena faktor prinsip yang dipegang teguh oleh Jeprut.

“Saya pernah tanya, sering ke tempat begituan emang enggak pernah tergoda perempuan? Dia bilang tempat dugem itu tempatnya minum dan ketawa-ketawa. Dia tidak pernah main perempuan sebab perempuan bukan untuk dipermainkan,” tutur Suci.

Wih wih wih, tukang dugem tapi jarang main perempuan. Lelaki seperti ini jarang sekali ditemui lho. “Saya pernah kuntit dia waktu main di tempat hiburan. Apa yang dia omongin benar, dia enggak joget-joget sama perempuan. Dia selalu dengan teman-temannya bercanda dan minum,” jelas Suci.

2. Si Anak Tiri Diajari ‘Ngedugem’

Berarti ada baiknya mengenal lebih jauh siapa Jeprut ini. Kata Suci, sang suami pertama kali dikenalkan oleh teman-teman. Ini ketika Suci telah menjanda selama delapan bulan. Lantaran kasihan, maka dikenalkanlah Suci dengan Jeprut.

Dari gambaran teman-teman Suci, Jeprut dikenal ramah dan bertutur lembut. Dia pun taat agama, tidak ada satu pun salat yang ia lewatkan. Gambaran itu memang tepat, Suci suka sisi agamis dan hati lembut Jeprut. Sayangnya, teman-teman Suci tidak menjelaskan sisi buruk Jeprut, yakni sering nongkrong di tempat-tempat dugem. “Jeprut itu suka salat tapi minum-minuman keras juga jalan terus,” aku Suci.

Maka dari itulah Suci jadi lumayan ragu ketika hendak menggugat cerai Jeprut selama ini. Apalagi Suci telah membuktikan sendiri jika Jeprut memang bukan tipe lelaki hidung belang. Tidak hidung belang memang membuat Suci nyaman. Namun kebiasaan Jeprut yang akan ditularkan kepada anaknya yakni Idhan inilah yang membuat Suci gusar.

Pertama kali Jeprut mengajak Idhan, itu ketika anaknya duduk di bangku kelas tiga SMP. Menurut Jeprut, mengajak Idhan ke tempat hiburan akan membentuk karakter kelaki-lakiannya. “Dia bilang, tempat hiburan itu memang tempatnya laki-laki sejati. Makanya agar Idhan tidak kaku dalam pergaulan, diajak ke tempat hiburan malam,” terangnya.

Awalnya Suci menurut, bagaimana pun yang bicara adalah suaminya sendiri. Namun setelah beberapa tahun kemudian, Idhan menjadi berubah setelah sering diajak ke tempat hiburan malam. “Dia jadi pemalas dan selalu membantah kata-kata saya,” jelasnya.

Selain itu, Idhan sering membawa teman-temannya ke kamar untuk pesta minum-minuman keras. Selain itu sang anak sering ketinggalan pelajaran dan nilai ujian sekolahnya jeblok. “Anak saya perangainya jadi buruk dan suka melawan. Dia juga jarang sekolah,” katanya.

Hal tersebut telah ia jelaskan kepada Jeprut. Sayang sang suami juga membantah telah menularkan sifat buruk kepada Idhan. Karenanya dengan berat hati Suci datang ke Pengadilan Agama untuk melayangkan gugatan cerai. “Ini demi kebaikan anak, dia itu harapan saya di masa depan. Saya tidak mau dia rusak karena bapak tirinya itu,” ujarnya. (RB/quy/zee)