SERANG – Ayu, anak yang diduga korban penelantaran kini dalam perawatan pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Serang. Sebelumnya, Ayu diserahkan pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Serang ke Dinas Sosial Kabupaten Serang.



Di sana, Ayu terus menangis karena belum mendapatkan kenyamanan. Setelah pihak LPA Provinsi Banten bersama LPA Kota Serang melakukan treatment, barulah Ayu merasa nyaman dan mau ikut bersama petugas LPA.
Perlahan-lahan, Ayu pun mulai bisa berkomunikasi dengan orang sekelilingnya. Kepada peugas LPA Kota Serang, Ayu mengaku berasal dari Kota Cilegon. Bocah empat tahun ini juga mengaku anak dari ibu bernama Ajeng dan ayah yang ia sebut Om King.
Kepada petugas, keterangan Ayu seringkali berubah mengenai alamat rumah. Namun lokasi yang banyak diulang ketika petugas menanyakan rumah, Ayu menjawab Cilegon. “Mamah kerja di Cilegon. Tinggal sama saya,” kata Ayu.
Ditemui di Sekretariat LPA Kota Serang di Kompleks Griya Lopang Indang, Blok F/G 36 Nomor 17, RT 2 RW 14, Kelurahan Unyur, Kota Serang, Ayu mulai bisa bermain dengan petugas. “Kerja di Cilegon,” ujar Ayu sambil menikmati biskuit yang diberikan oleh petugas LPA Kota Serang, Senin (26/10/2015).
Ketua LPA Kota Serang Evi Yanasari mengungkapkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh Ayu. “Saya sudah mandikan tadi pagi, tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Saya juga periksa kepala dan alat kelaminnya tidak ada bekas kekerasan,” ujar Evi.
Meski demikian, Evi bisa memastikan bahwa Ayu bukan korban kekerasan fisik orangtuanya. “Tidak ada kekerasan fisik. Baju yang kemrin dipakai juga layak. Hanya saja kemarin anaknya sempat ngompol, jadi kita ganti dengan pakaian yang baru,” ujarnya.(Wahyudin)