Anak yang Hidup 14 Tahun di Kandang Ayam Kini Dirawat di Ponpes Hikmah Syahadah

0
335
Astaya saat keluar kandang ayam didampingi tetangganya.

TANGERANG – Toyota Innova hitam terparkir di halaman rumah Sarah. Dari dalam mobil, keluarlah rombongan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI). Tujuan mereka untuk meresmikan renovasi rumah milik Sarah di Kampung Asemmuda RT 014, RW 05, Desa Patrasana, Kecamatan Kresek.

Sarah merupakan janda yang harus menghidupi empat orang anaknya. Penderitaannya tak sampai di sana saja. Ia juga harus mengasuh Astaya (24) yang mengalami gangguan jiwa sejak umur sembilan tahun.

Kondisi yang memilukan membuat Astaya harus ditempatkan di kandang ayam. Rumah Sarah merupakan rumah yang ke-45 yang dibangun BMI lewat program Rumah Layak Huni Gratis (RLHG).

BACA : Tragis, Astaya Selama 14 Tahun Hidup di Kandang Ayam

Sarah, ibu kandung Astaya, menunjukkan tempat seperti kandang ayam untuk mengurung anaknya hingga 14 tahun.

Kelainan Astaya membuat hati nurani Presiden Direktur Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara yang berupaya mengurangi penderitaan mereka. Acara peresmian RLHG terlihat sendu. Acara diisi oleh tangisan Sarah yang masih berat melepas anaknya ke pusat rehabilitasi.
Ya, selama 14 tahun ia harus merawat Astaya di dalam ruangan yang lebih mirip kandang ayam daripada gubuk sekalipun. Meski air mata menetas, Astaya tetap melangkahkan kakinya masuk ke mobil pengantar tersebut.

Kamaruddin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesejahteraan Sosial, Kabupaten Tangerang untuk menangani masalah tersebut. ”Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk segera membantu dalam pengobatan Astaya,” ujarnya.

Dijelaskannya, bantuan yang mereka berikan gratis lewat program Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf). Dengan Dinas Kesejahteraan dan Sosial Kabupaten Tangerang team Kopsyah BMI berhasil meyakinkan ibu Sarah agar anaknya dibawa ke rumah sakit jiwa atau yayasan yang menangani sakit kejiwaan.

Bantuan Ziswaf dikelola kemudian dimasukkan ke dalam rekening BNI Syariah dengan nomor 7200320171. ”Kami memakai rekening Ziswaf sendiri kemudian digelontorkan kepada para penerimanya, salah satunya RLHG dan pengobatan Astaya,” terangnya.

Sementara, Kasi Pelayanan Sosial Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Tangerang Lili. S menjelaskan, Astaya akan dirawat di Yayasan Pondok Pesantren Hikmah Syahadah di Kampung Kedondong, Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa. ”Ibu Sarah bisa menjenguknya dua minggu sekali,” tandasnya.

Acara ini juga mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Tangerang Edi Junaedi, Camat Kresek C.R Inton dan Kepala Desa Patrasana M. Naning yang ikut menyaksikan kepergian Astaya ke pusat rehabilitasi berbasis Islam tersebut. (TOGAR/RBG)