Anggaran Banten Islamic Center Rp30 Miliar

SERANG – Pemprov Banten akan membangun Banten Islamic Center atau Baitul Quran di Banten Lama. Untuk membangun itu, Pemprov sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Provinsi Banten M Yanuar mengatakan, anggaran yang dialokasikan itu jauh dari kebutuhan anggaran yang didasarkan pada detailed engineering design (DED). “Kalau di DED butuhnya sampai Rp90 miliar,” ujar Yanuar, Senin (13/1).

Makanya, ia mengatakan, pembangunan gedung yang berada di kawasan Ciputri, Banten Lama itu akan dilakukan secara bertahap. Bangunan yang bertujuan menjadi sarana pengkajian itu juga akan dilengkapi dengan aula yang besar yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. “Bangunan itu akan dibuat sederhana,” tuturnya.

Relokasi bangunan liar dilakukan lantaran masyarakat menempati tanah negara milik Balai Pelestarian Cagar Budaya. “Dulu sudah menerima ganti rugi dan sudah ada sertifikatnya,” terang Yanuar.

Kata dia, lahan relokasi bangunan liar itu tak akan dibangun untuk apa-apa, tetapi hanya dibersihkan guna ruang terbuka hijau. “Kan Surosowan sudah rapi maka depannya yang ada bangunan liar ditertibkan,” ujarnya.

Sedangkan, lahan yang akan dibangun untuk Banten Islamic Center adalah yang berada di kawasan Ciputri seluas 6,2 hektare. Selain untuk pembangunan Banten Islamic Center itu, Pemprov juga berencana membangun pusat oleh-oleh oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten. Pihaknya juga membentuk tim untuk mengawasi kebersihan dan keamanan di kawasan Banten Lama yang melibatkan Koramil, Polsek, Satpol PP, dan LHK di bawah Dinas PRKP.

Tak hanya akan membangun kawasan Banten Lama, Yanuar mengungkapkan, Pemprov juga akan menata kawasan wisata ziarah Syekh Asnawi Caringin sebesar Rp12 miliar dan sarana perparkiran Rp7,8 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bante Tabrani mengatakan, Pemprov mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,6 miliar untuk pembangunan sentra oleh-oleh di kawasan Banten Lama. Saat ini prosesnya dalam persiapan lelang. Lokasinya bersebelahan dengan Baitul Quran, dengan luas bangunan 30 x 45 meter.

Ia mengatakan, sentra oleh-oleh itu akan dijadikan pusat pemasaran produk UMKM yang ada di Banten. Sebanyak 60 sampai 70 persen produk yang dijual adalah produk UMKM. Sedangkan sisanya akan menjual produk yang sudah mempunyai brand tetapi tidak berbenturan dengan produk UMKM.

Kata dia, hal itu dilakukan lantaran pengunjung yang datang ke Banten Lama berasal dari strata dan status ekonomi yang berbeda.

Tabrani berharap dengan adanya sentra oleh-oleh ini, maka masyarakat dari luar Banten akan mudah memperoleh oleh-oleh. “Tidak perlu kemana-mana karena semuanya ada disitu,” ujarnya. Sementara itu, bagi pelaku UMKM akan mempermudah pemasaran produk UMKM dan meningkatkan daya jual serta omzet pelaku UMKM. (nna/air/ags)