Anggaran Kunjungan Kerja Dewan Dipangkas untuk Penanganan Corona

0
1.335 views

LEBAK – Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lebak sepakat memangkas anggaran kunjungan kerja dan sekretariat Dewan sebesar Rp2,59 miliar. Anggaran tersebut akan dioptimalkan untuk penanganan virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Lebak.

Ketua DPRD Kabupaten Lebak Dindin Nurohmat menyatakan, rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lebak pada Rabu (8/4) memutuskan memangkas anggaran sekretariat DPRD Lebak. Anggaran paling besar, yaitu bersumber dari komponen kunjungan kerja Dewan. Karena, dalam beberapa bulan ke depan, Dewan dipastikan tidak bisa melaksanakan kunjungan kerja keluar daerah. Sehingga membuat anggaran tersebut berpotensi tidak terserap.

“Hasil rapat banggar bersama sekretariat DPRD Lebak menyepakati untuk memangkas anggaran sekretarit Dewan. Salah satunya yang paling besar dipangkas, yakni komponen anggaran kunker keluar daerah,” kata Dindin Nurohmat kepada Radar Banten, Kamis (9/4)

Politikus Partai Gerindra ini mengungkap, pandemi corona di dunia harus diantisipasi dengan baik oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, Dewan mendukung penuh berbagai kebijakan yang dikeluarkan Bupati Iti Octavia Jayabaya dalam mencegah dan memutus rantai penyebaran virus corona. Termasuk melakukan pembatasan mobilisasi massa masuk ke Lebak.

“Kalau rincian anggaran apa saja yang dipangkas saya enggak hapal. Rekan-rekan Badan Anggaran melakukan penyisiran dan akhirnya muncul angka Rp2,59 miliar untuk penanganan corona,” terangnya.

Pemangkasan anggaran juga dilakukan rekan-rekan di eksekutif. Namun, dirinya belum tahu berapa penambahan anggaran untuk penanganan virus corona. Yang jelas, anggaran awal dari Bantuan Keuangan Provinsi Banten Rp5 miliar. Tapi kemungkinan besar anggarannya akan meningkat, karena Pemkab juga membutuhkan anggaran untuk jaminan sosial dan insentif bagi tenaga medis yang ada di rumah sakit serta puskesmas.

“Pemangkasan anggaran yang kami lakukan merupakan bukti komitmen wakil rakyat di Lebak terhadap masyarakat. Karena kami ingin virus corona dapat dicegah dengan baik dan optimal,” ungkapnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lebak Zaenal Faozi menyatakan, Fraksi Gerindra mendukung pemangkasan anggaran kunker DPRD Lebak. Apalagi anggaran hasil pemangkasan digunakan untuk penanganan virus corona yang telah menjadi musuh bersama di negeri ini. Jika pemerintah daerah tidak sigap dalam penanganan virus corona maka dirinya khawatir masyarakat Lebak yang akan menjadi korban.

“Penanganan virus corona bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau eksekutif. Kita semua harus ikut andil dalam memerangi virus tersebut. Apalagi, dampak virus corona telah menghancurkan perekonomian masyarakat di daerah,” jelasnya.

Lelaki yang akrab disapa Eeng ini berharap, anggaran untuk penanganan corona dimanfaatkan secara optimal oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Jangan sampai anggaran tersebut disalahgunakan. Karenanya, DPRD Lebak akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Jika ada penyelewengan maka Dewan akan melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Anggaran penanganan corona di Lebak lumayan besar. Pada awalnya Pemkab mengalokasikan Rp5 miliar. Tapi sekarang akan ditambah, termasuk hasil pemangkasan dari anggaran kunker DPRD Lebak,” tukasnya. (Mastur)