Anggaran MTQ Lebak Capai Rp 2,3 Milyar, Pemkab Diminta Transparan

0
89

LEBAK – Anggota Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Bidang Advokasi dan Mediasi Kabupaten Lebak Agus dan sejumlah aktivis di Kabupaten Lebak menilai anggaran pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kecamatan Sajira dinilai sangat pemborosan dan tidak rasional. Mereka meminta kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Lebak agar transparan dalam mengelola anggaran MTQ 2017, agar anggaran tersebut tidak terkesan ajang penikmat pejabat terkait.

Anggota Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Bidang Advokasi dan Mediasi Agus mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan kegiatan MTQ itu, karena itu adalah kegiatan positif keagamaan. Yang dirinya pertanyakan begitu besarnya anggaran yang mencapai Rp. 2,3 miliar. Dengan mencakup biaya pengamanan untuk petugas Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan kepolisian, biaya tersebut seharusnya tidak disediakan. Karena semua itu, sudah menjadi tugas dan kewajiban mereka.

“Dilihat dari biaya tersebut yang digelontorkan seakan tidak rasional dan dinilai pemborosan. Dan saya dengar ada iuran dari kepala desa dan guru di Lebak, itu untuk apa. Kan sudah ada anggarannya,” ujar Agus saat dihubungi Radar Banten Online, Selasa (21/11).

Agus meminta Pemkab Lebak transparan dalam mengelola anggaran, khususnya anggaran untuk MTQ ini. Sehingga anggaran yang besar itu, bisa dibagi dan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan serta sarana dan prasarana kesehatan masyarakat.

“Anggaran MTQ cukup besar, kita minta agar bagian Kesra Setda Lebak transparan dalam mengelola anggaran, jangan sampai ada yang menilai atau mencurigai besarnya anggaran tersebut tidak transparan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lebak Apendi menuturkan, anggaran MTQ yang sangat besar itu harus dibuka ke publik. Agar masyarakat taju bagaimana penggunaan anggaran yang mencapai miliaran itu. Jangan sampai terkesan di tutup-tutupi.

“Saya juga mendengar di lapangan, bahwa kepala desa dimintai uang partisipasi untuk MTQ. Nah, nambah besar saja anggaran. Oleh sebab itu, aparat penegak hukum bisa mengusut penggunaan anggaran dan iuran partisipasi dari desa dan guru,” katanya.

Kepala Sub Bagian (Kasubag) Keagamaan pada Bagian Kesra Setda Lebak Iyan Fitriyana mengatakan, anggaran untuk MTQ XXXVI di Kecamatan Sajira kurang lebih Rp. 2,3 miliar. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Lebak yang diperuntukan untuk menyukseskan MTQ.

“Anggaran tersebut untuk menyukseskan MTQ, seperti pembayaran untuk EO, pengamanan, honor hakim, konsumsi dan hadiah untuk qari dan qariah serta penunjang lainnya,” pungkasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).